Sabtu, 05 November 2016

Kisah Sedih : Penantian Tujuh Tahun Menunggu Kehamilan Berakhir Memilukan

Memilukan. Sepasang suami istri berjuang selama 7 tahun untuk memiliki bayi. Namun sebelum mengetahui istrinya akhirnya hamil, sang suami malah meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Kristy dan Royce Kirchner adalah sepasang suami istri yang berjuang selama 7 tahun agar bisa memiliki bayi. Perjuangan mereka, termasuk saat menjalani prosedur bayi tabung, selalu didokumentasikan di kanal ConceiveABaby di Youtube.

Namun saat Kristy tahu bahwa dia akhirnya hamil, suaminya justru mengalami kecelakaan tunggal tidak jauh dari rumah mereka di Mount Archer, Central Queensland, Australia pada 8 Oktober lalu.


Kecelakaan itu terjadi lima hari setelah Kristy melalui siklus pertamanya sejak menjalani proses transfer embrio ke rahimnya.

"Aku sekarang hamil, tapi bukan begini aku ingin mengungkapkan kebahagiaanku," katanya penuh kesedihan.

"Bagiku, Youtube adalah seperti buku harian. Aku ingin berbagi perasaaan ini kepada orang-orang," tambahnya di kanal ConceiveABaby.

"Sekarang hanya bayi yang menjadi impianku dan Royce ini yang bisa menguatkanku untuk tetap bertahan."

Selama pemakaman, Kristy bersikeras memberikan kata-kata terakhir di hadapan jenazah suaminya bahwa impian mereka memiliki bayi sudah terwujud. Ia akan menamakan calon bayinya, Pacey.

"Benar-benar sulit. Tapi aku memutuskan untuk melakukan itu karena Royce ada di sampingku meski di dalam peti mati. Ini adalah terakhir kalinya aku dan Royce bisa mengumumkan kepada dunia bahwa kami akhirnya punya bayi," katanya kepada A Current Affair.

Penderitaan Kristy ternyata tidak sampai di situ. Pasangan ini telah membatalkan polis asuransi jiwa Royce hanya dua minggu sebelum dia meninggal. Sementara Kristy telah berhenti bekerja untuk berkonsentrasi pada bayi tabung atas desakan suaminya.

(Sumber: Daily Mail)

Ayah, Maafkan Aku, Aku Telah Memperberat Hisabmu Di Akhirat (Merinding Bacanya)

Ayah, Maafkan Aku. Aku telah memperberat hisabmu di akhirat. Padahal aku tau bahwa setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban.
Kau adalah pemimpin keluarga, sedangkan aku masih saja berbuat dosa serta tak taat padamu dan ibunda.

Ayah maafkan aku, telah membuatmu berat menjawab jika Allah bertanya, "Wahai hambaku, bagaimana kabar anakmu. Mengapa dia (anakmu) tidak taat kepadaKu?"


Ayah, aku sungguh minta maaf. Karena aku berkata mencintaimu. Tapi aku tak menghiraukan hisabmu nanti di akhirat. Padahal kau telah susah payah membesarkanku. Dan kau susah payah mencari nafkah untukku. Sedangkan aku masih saja terlena oleh maksiat kepadaNya.

Sungguh terlalu hati ini. Hati seorang anak yang tak peduli terhadap nasib ayahnya di akhirat.
Saat Allah perintahkan menutup aurat, kenapa diri ini malah enggan?
Saat Allah perintahkan untuk sholat, kenapa diri ini masih malas-malasan?
Dan saat Allah melarang pacaran, mengapa diri ini malah menentang?

Kita terlena oleh nafsu syaitan, sedangkan kelak ayah kita tertatih dalam hisab yang Allah tetapkan.
Kita tertawa bersama kelalaian dunia, sedangkan ayah kita mungkin menangis sebab kita belum bertaqwa.

Ya Allah, kekalkan hidayahmu kedalam hati hamba. Jadikan ia pelita dalam gelapnya nafsu syaitan. Dan jadikan ia payung dalam hujannya fitnah dunia yang hina ini.
Ayah, semoga aku dapat menjadi penyejukmu di akhirat kelak.
Dan maaf ayah, jika selamat ini aku telah memberatkan hisabmu di akhirat nanti.

sumber : reportaseterkini

KISAH INSPIRATIF : "Menikah Tanpa Cinta, Laki-Laki Ini Bersabar Tak Sentuh Istrinya..."

Menikah Tanpa Cinta... Bagaimana bila Anda merasakannya? Menyesal? JANGAN! Karena Allah memang MAHA TAHU yang terbaik buat makhluk-Nya. Seperti KISAH INSPIRATIF kali ini, semoga bermanfaat....

***

Seorang akhwat menceritakan kenangan masa lalunya yang tak terlupakan:

“Namaku Mariani, orang-orang biasa memangilku Aryani. Ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lengkang dalam benakku. Sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa di dunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia.


Tahun 2007 silam, aku dipaksa orang tuaku menikah dengan seorang pria, Kak Arfan namanya. Kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tapi dia seleting dengan kakakku saat sekolah dulu. Usia kami terpaut 4 Tahun. Yang aku tahu bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan juga rajin ibadah. Tabiatnya yang seperti itu terbawa-bawa sampai ia dewasa. Aku merasa risih sendiri dengan Kak Arfan apabila berpapasan di jalan, sebab sopan santunnya sepertinya terlalu berlebihan pada orang-orang. Geli aku menyaksikannya, yah, kampungan banget gelagatnya…,

Setiap ada acara-acara ramai di kampung pun Kak Arfan tak pernah kelihatan bergabung sama teman-teman seusianya. Yaah, pasti kalau dicek ke rumahnya pun gak ada, orang tuanya pasti menjawab “Kak Arfan di mesjid nak, menghadiri taklim”. Dan memang mudah sekali mencari Kak Arfan, sejak lulus dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo.

Kak Arfan sering menghabiskan waktunya membantu orang tuanya jualan, kadang terlihat bersama bapaknya di kebun atau di sawah. Meskipun kadang sebagian teman sebayanya menyayangkan potensi dan kelebihan-kelebihannya yang tidak tersalurkan. Secara fisik memang Kak Arfan hampir tidak sepadan dengan ukuran ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Sebab kadang gadis-gadis kampung suka menggodanya kalau Kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara di desa.

Tapi bagiku sendiri, itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sebab aku sendiri merasa bahwa sosok Kak Arfan adalah sosok yang tidak istimewa. Apa istimewanya menghadiri taklim, kuper dan kampungan banget. Kadang hatiku sendiri bertanya, koq bisa yah, ada orang yang sekolah di kota namun begitu kembali tak ada sedikitpun ciri-ciri kekotaan melekat pada dirinya, HP gak ada. Selain bantu orang tua, pasti kerjanya ngaji, sholat, taklim dan kembali ke kerja lagi. Seolah ruang lingkup hidupnya hanya monoton pada itu-itu saja, ke biosokop kek, ngumpul bareng teman-teman kek setiap malam minggunya di pertigaan kampung yang ramainya luar biasa setiap malam minggu dan malam Kamisnya. Apalagi setiap malam Kamis dan malam Minggunya ada acara curhat kisah yang TOP banget di sebuah station Radio Swasta digotontalo, kalau tidak salah ingat nama acaranya Suara Hati dan nama penyiarnya juga Satrio Herlambang.

Waktu terus bergulir dan seperti gadis-gadis modern pada umumnya yang tidak lepas dengan kata Pacaran, akupun demikian. Aku sendiri memiliki kekasih yang begitu sangat aku cintai, namanya Boby. Masa-masa indah kulewati bersama Boby. Indah kurasakan dunia remajaku saat itu. Kedua orang tua Boby sangat menyayangi aku dan sepertinya memiliki sinyal-sinyal restunya atas hubungan kami. Hingga musibah itu tiba, aku dilamar oleh seorang pria yang sudah sangat aku kenal. Yah siapa lagi kalau bukan si kuper Kak Arfan lewat pamanku. Orang tuanya Kak Arfan melamarku untuk anaknya yang kampungan itu.

Mendengar penuturan mama saat memberitahu padaku tentang lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening…, aku berteriak sekencang-kencangnya menolak permintaan lamaran itu dengan tegas dan terbelit-belit aku sampaikan langsung pada kedua orang tuaku bahwa aku menolak lamaran keluarganya Kak Arfan. dan dengan terang-terangan pula aku sampaikan pula bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku, Boby.

Mendengar semua itu ibuku shock dan jatuh tersungkur kelantai. Akupun tak menduga kalau sikapku yang egois itu akan membuat mama shock. Baru kutahu bahwa yang menyebabkan mama shok itu karena beliau sudah menerima secara resmi lamaran dari orang tuanya Kak Arfan. Hatiku sedih saat itu, kurasakan dunia begitu kelabu. Aku seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, tidak tahu harus ikut kata orang tua atau lari bersama kekasih hatiku Boby.

Hatiku sedih saat itu. Dengan berat hati dan penuh kesedihan aku menerima lamaran Kak Arfan untuk menjadi istrinya dan kujadikan malam terakhir perjumpaanku dengan Boby di rumahku untuk meluapkan kesedihanku. Meskipun kami saling mencintai, tapi mau tidak mau Boby harus merelakan aku menikah dengan Kak Arfan. Karena dia sendiri mengakui bahwa dia belum siap membina rumah tangga saat itu.

Tanggal 11 Agustus 2007 akhirnya pernikahanku pun digelar. Aku merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku. Air mataku tumpah di malam resepsi pernikahan itu. Di tengah senyuman orang-orang yang hadir pada acara itu, mungkin akulah yang paling tersiksa. Karena harus melepaskan masa remajaku dan menikah dengan lelaki yang tidak pernah kucintai. Dan yang paling membuatku tak bisa menahan air mataku, mantan kekasihku Boby hadir juga pada resepsi pernikahan tersebut. Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku ya Allah… mengapa aku yang harus jadi korban dari semua ini?

Waktu terus berputar dan malam pun semakin merayap. Hingga usailah acara resepsi pernikahan kami. Satu per satu para undangan pamit pulang hingga sepi lah rumah kami. Saat masuk ke dalam kamar, aku tidak mendapati suamiku Kak Arfan di dalamnya. Dan sebagai seorang istri yang hanya terpaksa menikah dengannya, maka aku pun membiarkannya dan langsung membaringkan tubuhku setalah sebelumnya menghapus make-up pengantinku dan melepaskan gaun pengantinku. Aku bahkan tak perduli kemana suamiku saat itu. Karena rasa capek dan diserang kantuk, aku pun akhirnya tertidur.

Tiba-tiba di sepertiga malam, aku tersentak tatkala melihat ada sosok hitam yang berdiri disamping ranjang tidurku. Dadaku berdegup kencang. Aku hampir saja berteriak histeris, andai saja saat itu tak kudengar suara takbir terucap lirih dari sosok yang berdiri itu. Perlahan kuperhatikan dengan seksama, ternyata sosok yang berdiri di sampingku itu adalah Kak Arfan suamiku yang sedang sholat tahajud. Perlahan aku baringkan tubuhku sambil membalikkan diriku membelakanginya yang saat itu sedang sholat tahajud. Ya Allah aku lupa bahwa sekarang aku telah menjadi istrinya Kak Arfan. Tapi meskipun demikian, aku masih tak bisa menerima kehadirannya dalam hidupku. Saat itu karena masih dibawah perasan ngantuk, aku pun kembali teridur. Hingga pukul 04.00 dini hari, kudapati suamiku sedang tidur beralaskan sajadah di bawah ranjang pengantin kami.

Dadaku kembali berdetak kencang kala mendapatinya. Aku masih belum percaya kalau aku telah bersuami. Tapi ada sebuah pertanyaaan terbetik dalam benakku. Mengapa dia tidak tidur di ranjang bersamaku. Kalaupun dia belum ingin menyentuhku, paling gak dia tidur seranjang denganku itukan logikanya. Ada apa ini? ujarku perlahan dalam hati. Aku sendiri merasa bahwa mungkin malam itu Kak Arfan kecapekan sama sepertiku sehingga dia tidak mendatangiku dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Tapi apa peduliku dengan itu semua, toh akupun tidak menginginkannya, gumamku dalam hati.

Hari-hari terus berlalu. Kami pun mejalani aktifitas kami masing-masing, Kak Arfan bekerja mencari rezeki dengan pekerjaannya. Sedangkan aku di rumah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami bahwa aku telah bersuami dan memiliki kewajiban melayani suamiku. Yah minimal menyediakan makanannya, meskipun kenangan-kenangan bersama Boby belum hilang dari benakku, aku bahkan masih merindukannya.

Semula kufikir bahwa prilaku Kak Arfan yang tidak pernah menyentuhku dan menunaikan kewajibannya sebagai suami itu hanya terjadi malam pernikahan kami. Tapi ternyata yang terjadi hampir setiap malam sejak malam pengantin itu, Kak Arfan selalu tidur beralaskan permadani di bawah ranjang atau tidur di atas sofa dalam kamar kami. Dia tidak pernah menyentuhku walau hanya menjabat tanganku. Jujur segala kebutuhanku selalu dipenuhinya. Secara lahir dia selalu menafkahiku, bahkan nafkah lahir yang dia berikan lebih dari apa yang aku butuhan. Tapi soal biologis, Kak Arfan tak pernah sama sekali mengungkit- ungkitnya atau menuntutnya dariku. Bahkan yang tidak pernah kufahami, pernah secara tidak sengaja kami bertabrakan di depan pintu kamar, Kak Arfan meminta maaf seolah merasa bersalah karena telah menyentuhku.

Ada apa dengan Kak Arfan? Apakah dia lelaki normal? Kenapa dia begitu dingin padaku? Apakah aku kurang di matanya? atau? Pendengar, jujur merasakan semua itu, membuat banyak pertanyaan berkecamuk dalam benakku. Ada apa dengan suamiku? Bukankah dia adalah pria yang beragama dan tahu bahwa menafkahi istri itu secara lahir dan batin adalah kewajibannya? Ada apa dengannya? padahal setiap hari dia mengisi acara-acara keagamaan di mesjid. Dia begitu santun pada orang-orang dan begitu patuh kepada kedua orangtuanya. Bahkan terhadap aku pun hampir semua kewajibannya telah dia tunaikan dengan hikmah, tidak pernah sekali pun dia bersikap kasar dan berkata-kata keras padaku. Bahkan Kak Arfan terlalu lembut bagiku.

Tapi satu yang belum dia tunaikan yaitu nafkah batinku. Aku sendiri saat mendapat perlakuan darinya setiap hari yang begitu lembutnya mulai menumbuhkan rasa cintaku padanya dan membuatku perlahan-lahan melupakan masa laluku bersama Boby. Aku bahkan mulai merindukannya tatkala dia sedang tidak di rumah. Aku bahkan selalu berusaha menyenangkan hatinya dengan melakukan apa-apa yang dia anjurkannya lewat ceramah-ceramahnya pada wanita-wanita muslimah, yakni mulai memakai busana muslimah yang syar’i.

Memang dua hari setelah pernikahan kami, Kak Arfan memberiku hadiah yang diisi dalam karton besar. Semula aku mengira bahwa hadiah itu adalah alat-alat rumah tangga. Tapi setelah kubuka, ternyata isinya lima potong jubah panjang berwarna gelap, lima buah jilbab panjang sampai selutut juga berwana gelap, lima buah kaos kaki tebal panjang berwarna hitam dan lima pasang manset berwarna gelap pula. Jujur saat membukanya aku sedikit tersinggung, sebab yang ada dalam bayanganku bahwa inilah konsekuensi menikah dengan seorang ustadz. Aku mengira bahwa dia akan memaksa aku untuk menggunakannya. Ternyata dugaanku salah sama sekali. Sebab hadiah itu tidak pernah disentuhnya atau ditanyakannya.

Kini aku mulai menggunakannya tanpa paksaan siapapun. Kukenakan busana itu agar dia tahu bahwa aku mulai menganggapnya istimewa. Bahkan kebiasaannya sebelum tidur dalam mengajipun sudah mulai aku ikuti. Kadang ceramah-ceramahnya di mesjid sering aku ikuti dan aku praktekkan di rumah.

Tapi satu yang belum bisa aku mengerti darinya. Entah mengapa hingga enam bulan pernikahan kami, dia tidak pernah menyentuhku. Setiap masuk kamar pasti sebelum tidur, dia selalu mengawali dengan mengaji, lalu tidur di atas hamparan permadani di bawah ranjang hingga terjaga lagi di sepertiga malam, lalu melaksanakan sholat Tahajud. Hingga suatu saat Kak Arfan jatuh sakit. Tubuhnya demam dan panasnya sangat tinggi. Aku sendiri bingung bagaimana cara menanganinya. Sebab Kak Arfan sendiri tidak pernah menyentuhku. Aku khawatir dia akan menolakku bila aku menawarkan jasa membantunya. Ya Allah..apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku ingin sekali meringankan sakitnya, tapi apa yang harus saya lakukan ya Allah..

Malam itu aku tidur dalam kegelisahan. Aku tak bisa tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak. Kudengar Kak Arfan pun sering mengigau kecil. Mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau. Sementara malam begitu dingin, hujan sangat deras disetai angin yang bertiup kencang. Kasihan Kak Arfan, pasti dia sangat kedinginan saat ini. Perlahan aku bangun dari pembaringan dan menatapnya yang sedang tertidur pulas. Kupasangkan selimutnya yang sudah menjulur kekakinya. Ingin sekali aku merebahkan diriku di sampingnya atau sekedar mengompresnya. Tapi aku tak tahu bagaimana harus memulainya. Hingga akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku di dahinya untuk meraba suhu panas tubuhnya.

Tapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya, Kak Arfan terbangun dan langsung duduk agak menjauh dariku sambil berujar ”Afwan dek, kau belum tidur? Kenapa ada di bawah? Nanti kau kedinginan? Ayo naik lagi ke ranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit?” pinta kak Arfan padaku. Hatiku miris saat mendengar semua itu. Dadaku sesak, mengapa Kak Arfan selalu dingin padaku. Apakah dia menganggap aku orang lain. Apakah di hatinya tak ada cinta sama sekali untukku. Tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali kulapkan dengan teriakan. Hingga akhirnya gemuruh di hatiku tak bisa kubendung juga.

”Afwan kak, kenapa sikapmu selama ini padaku begitu dingin? Kau bahkan tak pernah mau menyentuhku walaupun hanya sekedar menjabat tanganku? Bukankah aku ini istrimu? Bukankah aku telah halal buatmu? Lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan kamarmu? Apa artinya diriku bagimu kak? Apa artinya aku bagimu kak? Kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahiku? Mengapa kak? mengapa?” Ujarku disela isak tangis yang tak bisa kutahan.

Tak ada reaksi apapun dari Kak Arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu. Yang nampak adalah dia memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel di dinding kamar kami. Hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar padaku:

”Dek, jangan kau pernah bertanya pada kakak tentang perasaan ini padamu. Karena sesungguhnya kakak begitu sangat mencintaimu. Tetapi tanyakanlah semua itu pada dirimu sendiri. Apakah saat ini telah ada cinta di hatimu untuk kakak? Kakak tahu dan kakak yakin pasti suatu saat kau akan bertanya mengapa sikap kakak selama ini begitu dingin padamu. Sebelumnya kakak minta maaf bila semuanya baru kakak kabarkan padamu malam ini. Kau mau tanyakan apa maksud kakak sebenarnya dengan semua ini?” ujar Kak Arfan dengan agak sedikit gugup.

“Iya tolong jelaskan pada saya Kak, mengapa kakak begitu tega melakukan ini padaku? tolong jelaskan Kak?” Ujarku menimpali tuturnya kak Arfan.

“Hhhhhmmm, Dek kau tahu apa itu pelacur? Dan apa pekerjaan seorang pelacur? Afwan dek dalam pemahaman kakak, seorang pelacur itu adalah seorang wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa peduli apakah di hatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak. Bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air mata mana kala dia harus melayani nafsu lelaki yang tidak dicintainya. Bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dari apa yang sedang terjadi saat itu. kakak tidak ingin hal itu terjadi padamu dek.

Kau istriku dek, betapa bejatnya kakak ketika kakak harus memaksamu melayani kakak dengan paksaan saat malam pertama pernikahan kita. Sedangkan di hatimu tak ada cinta sama sekali buat kaka. Alangkah berdosanya kakak, bila pada saat melampiaskan birahi kakak padamu malam itu, sementara yang ada dalam benakmu bukanlah kakak tetapi ada lelaki lain. Kau tahu dek, sehari sebelum pernikahan kita digelar, kakak sempat datang ke rumahmu untuk memenuhi undangan Bapakmu. Tapi begitu kakak berada di depan pintu pagar rumahmu, kakak melihat dengan mata kepala kakak sendiri kesedihanmu yang kau lampiaskan pada kekasihmu Boby. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau tidak mencintai kakak. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau hanya akan mencintainya selamanya. Saat itu kakak merasa bahwa kakak telah merampas kebahagiaanmu.

Kakak yakin bahwa kau menerima pinangan kakak itu karena terpaksa. Kakak juga mempelajari sikapmu saat di pelaminan. Begitu sedihnya hatimu saat bersanding di pelaminan bersama kakak. Lantas haruskah kakak egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu. Sementara tanpa memperdulikan perasaanmu, kakak menunaikan kewajiban kakak sebagai suamimu di malam pertama. Semenatara kau sendiri akan mematung dengan deraian air mata karena terpaksa melayani kakak?

Kau istriku dek, sekali lagi kau istriku. Kau tahu, kakak sangat mencintaimu. Kakak akan menunaikan semua itu manakala di hatimu telah ada cinta untuk kakak. Agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu. Agar kau bisa menikmati apa yang kita lakukan bersama. Alhamdulillah apabila hari ini kau telah mencintai kakak. Kakak juga merasa bersyukur bila kau telah melupakan mantan kekasihmu itu. Beberapa hari ini kakak perhatikan kau juga telah menggunakan busana muslimah yang syar’i. Pinta kakak padamu dek, luruskan niatmu, kalau kemarin kau mengenakan busana itu untuk menyenangkan hati kakak semata. Maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk Allah ta’ala selanjutnya untuk kakak.”

Mendengar semua itu, aku memeluk suamiku. Aku merasa bahwa dia adalah lelaki terbaik yang pernah kujumpai selama hidupku. Aku bahkan telah melupakan Boby. Aku merasa bahwa malam itu, aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia. Sebab meskipun dalam keadaan sakit, untuk pertama kalinya Kak Arfan mendatangiku sebagai seorang suami. Hari-hari kami lalui dengan bahagia. Kak Arfan begitu sangat kharismatik. Terkadang dia seperti seorang kakak buatku dan terkadang seperti orang tua. Darinya aku banyak belajar banyak hal. Perlahan aku mulai meluruskan niatku dengan menggunakan busana yang syar’i, semata-mata karena Allah dan untuk menyenangkan hati suamiku.

Sebulan setelah malam itu, dalam rahimku telah tumbuh benih-benih cinta kami berdua. Alhamdulillah, aku sangat bahagia bersuamikan dia. Darinya aku belajar banyak tentang agama. Hari demi hari kami lalui dengan kebahagiaan. Ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan. Dulu aku hampir saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangannya. Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman, hasil cinta kami berdua.

Di akhir tahun 2008, Kak Arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang. Sebab Kak Arfan meninggal dunia sehari setelah kecelakaan tersebut. Aku sangat kehilangannya. Aku seperti kehilangan penopang hidupku. Aku kehilangan kekasihku. Aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku. Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa kebahagiaan bersamanya begitu singkat. Yang tidak pernah aku lupakan di akhir kehidupannya Kak Arfan, dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku:

“Dek.. pertemuan dan perpisahan itu adalah fitrahnya kehidupan. Kalau ternyata kita berpisah besok atau lusa, kakak minta padamu Dek.., jaga Abdurrahman dengan baik. Jadikan dia sebagai mujahid yang senantiasa membela agama, senantiasa menjadi yang terbaik untuk ummat. Didik dia dengan baik Dek, jangan sia-siakan dia.

Satu permintaan kakak.., kalau suatu saat ada seorang pria yang datang melamarmu, maka pilihlah pria yang tidak hanya mencintaimu. Tetapi juga mau menerima kehadiran anak kita.

Maafkan kakak Dek.., bila selama bersamamu, ada kekurangan yang telah kakak perbuat untukmu. Senantiasalah berdoa.., kalau kita berpisah di dunia ini..Insya Allah kita akan berjumpa kembali di akhirat kelak . Kalau Allah mentakdirkan kakak yang pergi lebih dahulu meninggalkanmu, Insya Allah kakak akan senantiasa menantimu..”

Demikianlah pesan terakhir Kak Arfan sebelum keesokan harinya Kak Arfan meninggalkan dunia ini. Hatiku sangat sedih saat itu. Aku merasa sangat kehilangan. Tetapi aku berusaha mewujudkan harapan terakhirnya, mendidik dan menjaga Abdurrahman dengan baik. Selamat jalan Kak Arfan. Aku akan selalu mengenangmu dalam setiap doa-doaku, amiin. Wasallam”

***

Semoga dapat menginspirasi kita sebagai wanita....

Sumber : muslimahcorner.com

Tidak Perlu Bergelimang Harta untuk Berbagi dan Menggapai Kemuliaan Hidup! Simak Kisah Ini

Ya Allah...Malu sekali membaca kisah nyata ini...

Tidak Perlu Bergelimang Harta untuk Berbagi dan Menggapai Kemuliaan Hidup! Simak Kisah Ini 

Teguran , Saya menangis dan malu baca cerita ini . .
Bilamana artikel ini dirasa bermanfaat bagi Para Sahabat ?
Maka Sebarkanlah dgn cara klik tombol "share/bagikan" dibawah catatan ini .

Seorang pedagang hewan qurban berkisah tentang pengalamannya: Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silahkan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing termurah sambil bertanya,”kalau yang itu berapa Pak?”.

“Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibuu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…… . “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut.

Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai kerumahnya, begitu tiba dirumahnya, “Astaghfirullah……, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.


Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Diatas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak…..bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yg sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak….”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan.

Si nenek sangat terkaget meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban”.

“Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa , “Ya Allah…, Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa”.

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu,”sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar’, kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

Oleh : Ust. Aidil Heryana

====Semoga bermanfaat======

Jangan Lupa Setelah Membaca di LIKE & SHARENYA ^^

Insya Allah bermanfaat

Seuntai Nasehat bagi Kamu yang belum kunjung Hamil dan Mendapatkan Momongan

Beberapa wanita mendapatkan anugerah terbesarnya, yakni melahirkan seorang anak ke dunia. Namun, ada juga beberapa wanita yang sudah bertahun-tahun menikah tapi tak kunjung hamil. Sebagai seorang muslimah, tidak seharusnya kita berduka dan menangis atas hal ini karena kemampuan wanita dan pria dalam memiliki anak adalah berbeda-beda. Mungkin, jika ketidakmampuan ada pada sang istri ataupun sang suami, bahkan bisa juga keduanya mengalami ketidakmampuan dalam memiliki anak. Inilah cara cepat hamil dalam Islam.

Nasehat Bagi Wanita yang Mandul dan Tak Kunjung Hamil


Sebagai seorang istri, kita harus selalu berusaha untuk mendapatkan buah hati, meskipun rezeki tersebut akan diturunkan Allah pada orang yang dikehendaki. Tapi dengan usaha maka kita sudah menjemput rezeki berupa buah hati.

Allah telah berfirman bahwa kerajaan langit dan bumi adalah milik Allah, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Allah akan memberikan anak laki-laki kepada yang Dia kehendaki, begitu juga Allah akan memberikan anak perempuan kepada mereka yang dikehendaki atau bahkan kedua anak, laki-laki dan perempuan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia juga menjadikan mandul siapa yang dikehendaki-Nya. Sungguh Allah adalah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.

Beberapa contoh kisah yang baik untuk dijadikan contoh adalah kisah Yahya ibn Zakariyyaa dan Maryam. Sebelumnya, mereka berdua tidak mungkin untuk memiliki anak. Hal ini dikarenakan istri Zakaria adalah wanita yang mandul, sedangkan Maryam adalah seorang perawan. Namun, karena mereka ridho atas keadaan yang telah ditakdirkan Allah kepada mereka dan selalu berdoa kepada Allah untuk kebutuhannya sehingga Allah pun memberikan mereka anak. Doa agar cepat hamil menurut agama Islam haruslah dipanjatkan pada Allah sebagai tawakal kita pada Allah.

Setiap takdir yang diberikan oleh Allah, pastinya takdir yang terbaik untuk kita. Janganlah berburuk sangka ataupun menganggap bahwa Allah tidak adil kepada kita. Mungkin saja, takdir kita yang tidak kunjung memiliki anak akibat dari diri kita sendiri. Instropeksi dirilah, apakah kita sudah merasa siap untuk memiliki anak. Karena memiliki anak bukanlah perkara yang mudah. Kita harus mendidik, merawat dan menuntunnya ke jalan Allah. Oleh karena itu, perbaikilah diri agar kita lebih siap jika Allah menganugerahkan anak kepada kita.

Dalam kisah di atas, disebutkan bahwa ridho atau ikhlas terhadap apa yang telah terjadi menjadi kunci utamanya. Sebuah dalil menjelaskan bahwa jika kita bersyukur atas apa yang kita miliki maka Allah akan menambahkan kenikmatan tersebut. Hal inilah yang mungkin bisa kita terapkan agar segera memiliki anak. Jangan lupa juga untuk selalu bermunajat kepada Allah dengan hati yang bersih dan ikhlas sebagai cepat hamil menurut Islam.

Selain ikhlas, kita juga harus berusaha dalam mendapatkannya. Apabila sudah bertahun-tahun kita tidak juga memiliki anak, maka kita bisa mendatangi dokter spesialis untuk memeriksakan bagaimana keadaan suami dan istri. Apabila ada masalah di salah satu pihak, maka pihak lain jangan menyalahkan karena hal tersebut adalah takdir Allah. Pemeriksaan lebih dini membuat kita bisa bersikap lebih baik. Tanyakan kepada dokter mengenai cara lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan anak. Lakukanlah apa yang masih bisa dilakukan, jangan berputus asa dalam mendapatkannya karena Allah juga akan meilhat bagaimana usaha kita dan keinginan yang kuat dari kita. Demikian nasehat bagi wanita yang tak kunjung hamil.

Masya allah 27 Tahun Menanti Momongan Akhirnya Hamil Juga

Banyak saudara kita yang sudah menikah bertahun-tahun tapi belum dikaruniai anak. Doa sudah dipanjatkan dan ikhtiar sudah dilakukan namun tetap saja belum diberikan amanah. Tentu akhirnya hanya dengan sabar kepada ketentuan Allah yang menjadi bekal terakhir orang-orang beriman. Allah Maha berkehendak dan mengabulkan segala doa, 27 tahun menunggu keajaiban terjadi, perempuan ini hamil.


Dr. Suryo Bawono Sp. OG menulis di laman Facebooknya tentang keajaiban itu (7/8).

Penantian 27 tahun semoga berakhir indah. Hari ini kembali ketemu hal yang luar biasa. Ada salah satu pasien yang datang untuk periksa. Namun, bukan pasien biasa. Karena pasien tsb mengharapkan buah hatinya yang pertama setelah menikah selama 27 tahun!!!!

Saya ikut berdebar waktu melakukan pemeriksaan. Bagaimana tidak, denyut jantungnya lama dicari tidak ketemu sedangkan kehamilan 7 minggu. “Ya Allah, ijinkan pasien ini tersenyum bahagia mendengar detak jantung janinnya…” Alhamdulillah terdengar detak janinnya… Saya ikut menarik nafas panjang… Lega sekali rasanya… Dalam hati saya kembali berdoa “Ya Allah, ijinkan pasien tsb tersenyum bahagia nanti saat buah hati lahir sehat selamat…” Amin…

Note: Pasien berusia 40 tahun lebih dan menikah 27 tahun lamanya. Pasien sudah lelah berobat kemana-mana untuk menggenapi usaha mendapatkan buah hati hingga akhirnya merasa cukup dan pasrah. Ini adalah pertemuan pertama saya dengan pasien dan terimakasih ya Allah… Engkau izinkan hambaMu ini ikut menikmati kebahagiaan sang ibu mendengar detak jantung baby dan mata bersinar berkaca-kaca tanda bahagia dan tumbuhnya asa menanti lahirnya buah hati yang dinantikannya 27 tahun.

Ada beberapa jalan amaliyah yang bisa ditempuh ketika kita menikah tapi belum juga dikarunia anak antara lain dengan sedekah dan istighfar. Dan biasanya Allah kasih pertolongan itu ketika hamba-Nya sudah berada di titik kulminasi kepasrahan atas kehendak Allah. Di situlah Allah adalah Almujiib. Allah yang Maha Memperkenankan Permohonan.

Sedekah, istighfar, doa adalah bukan satu-satunya sebab, karena masih banyak sebab-sebab syar’i dan sebab-sebab biasa. Yang terpenting dari semua itu sudah maksimalkah ikhtiar yang ditempuh? Doa adalah salah satu ikhtiar. Doa adalah jalan yang mendatangkan banyak manfaat dan kebaikan. Allah senang kepada hamba-Nya yang berdoa. Angkuh hanyalah sematan kepada mereka yang merasa hidup di dunia ini tidak perlu berdoa.

Jika kita sudah ikhtiar ke dokter spesialis kandungan, ikut program punya anak, sudah sedekah, sudah ikhtiar, sudah pula berdoa panjang, merintih, menangis, menjerit di sepertiga malam terakhir, namun juga belum berhasil, mungkin ada sebabnya. Bisa jadi karena doa-doa yang kita panjatkan belum memenuhi etikanya. Bagaimana etika itu? Syaikh Salman Alaudah menjelaskan seperti di bawah ini.

Pertama, doa berada dalam batas-batas syariat dan sesuai tuntutan serta tidak melampaui batas. Rasulullah saw pernah berkata, “Sungguh akan muncul kaum dari umat ini yang akan berbuat melampaui batas dalam berdoa dan bersuci.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Attarmizi). Contohnya dari doa yang melampaui batas adalah memohon pertolongan untuk melakukan perbuatan yang diharamkan Allah.

Kedua, percaya kepada Allah bahwa Allah akan mengabulkan doa itu. Kata Kanjeng Nabi SAW, 

“Berdoalah kepada Allah sementara kalian merasa yakin dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi lengah. ” (HR Ahmad, Attarmizi, Hakim).

Ketiga, makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita adalah makanan dan minuman yang halal. Halal dalam dzatnya dan cara mendapatkannya. Kata Rasulullah saw, “Wahai Sa’ad! Perbaikilah makananmu, niscaya kau menjadi orang yang mustajab doanya.” (HR Aththabrani).

Keempat, tidak terburu-buru. Semua itu ada hikmahnya. Dikabulkan, karena itu baik buat kita. Tidak dikabulkan dan Allah ganti dengan yang lain karena itu pun baik buat kita. Nabi Muhammad saw pernah berkata, “(Doa) seseorang di antara kalian dikabulkan selama ia tidak terburu-buru dengan mengatakan, ‘Aku berdoa tapi tidak dikabulkan’.” (HR Albukhari).

Kelima, mencari waktu-waktu utama terkabulnya doa. Antara lain seperti waktu sahur, akhir waktu hari Jumat, saat khatib masuk, waktu-waktu salat sebelum salam, saat sujud, saat berbuka puasa, dan masih banyak lagi waktu lainnya.


Itulah etika berdoa yang selayaknya kita pahami betul agar apa yang kita harapkan terkabul. Berdoalah pula dengan nama Allah: Almujiib. Nama yang dikenal orang sakit ketika semua dokter sudah angkat tangan. Nama yang dikenal para perempuan ketika bertahun-tahun sudah usia pernikahan mereka namun belum juga dikarunia anak. Berdoalah dengan asma-Nya: Almujiib. Yang Maha Memperkenankan Permintaan.

Maka tak aneh kalau setelah 27 tahun menanti, akhirnya keajaiban itu terjadi.

Semoga yang belum berhasil hamil bisa segera memperoleh momomngan

KISAH KESETIAAN SEORANG SUAMI YANG BANYAK MEMBUAT ORANG MENANGIS TERHARU

Eko Pratomo Suyatno, namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri Reksadana di Indonesia dan juga direktur dari Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa! Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.


Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno selalu sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah.

Pada suatu hari saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu. Kata si Sulung sambil berlinang air mata.

Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

Aku Milik Suamiku dan Suamiku Milik Ibunya

Perempuan harus menyadari bahwa laki-laki setelah menikah memiliki dua cinta. Yakni cinta dia sebagai anak kepada ibunya dan cinta dia sebagai suami kepada istrinya.

Kesadaran ini akan membuat perempuan bijaksana menempatkan diri. Dia akan menjadi istri yang sabar kepada suaminya dan menjadi menantu yang jauh lebih sabar kepada ibu mertuanya.


Dan yang menjadi catatan penting seorang istri ketika dia memiliki perbedaan pandangan dengan ibu mertuanya kewajiban seorang istri adalah banyak mengalah dan bersabar. Karena kesabaran adalah salah satu tanda yang disematkan kepada perempuan-perempuan shalihah yang menjaga mistqan ghazila, ikatan suci yang diatasnya diletakkan tangan para malaikat.

Dan pahami juga oleh perempuan bernama mertua bahwa ketika anak memutuskan untuk menikah anak kita memiliki dua amanah besar dalam hidupnya yakni amanah dia sebagai anak kepadamu dan sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.

Jangan perberat amanahnya dengan sikap mengatur segala urusan anak kita seperti saat ia bayi, biarkan dia membangun rumah tangganya bersama wanita pilihannya.

‪*#‎notes‬ dari fb Serambi Islami

Kisah Inspirasi : Suami yang Tidak terima Istrinya adalah Mantan PSK

Seorang istri sesenggukan di hadapan suami nya, sambil berkata lirih: “Mas, tolong mas ya, jangan hukumi aku dengan masa laluku, aku sudah tak di sana lagi. Saat ini aku di sini denganmu untuk meniti jalan menuju masa depan. Dulu saya memang orang tidak benar. Sekarang saya adalah di jalan yang benar dan ingin tetap benar di jalan kebenaran bersama dirimu.”

Sang suami terus saja marah dan merasa tertipu oleh wanita yang dikenalkan temannya, seorang aktifis sebuah majelis pengajian, yang kemudian menjadi istrinya itu. Suaminya kaget dan marah setelah tahu bahwa sang istri adalah mantan “wanita malam” yang dulunya memiliki banyak penggemar. Pikirannya berkecamuk, berdebat sendiri antara menceraikan istrinya dan menerimanya apa adanya.


Teman yang mengenalkannya dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban mengapa memilihkan wanita dengan masa lalu tidak bagus. Temannya menjawab:”Bukan tugasku mengorek masa lalu seseorang, saya tak memiliki data kehidupannya dari waktu ke waktu. Bagiku, orang yang aktif ibadah dan mengaji adalah orang-orang yang memiliki masa depan. Memang baik memiliki istri yang masa lalunya sebaik masa kini dan masa depannya. Namun masih lebih baik wanita dengan masa lalu tak baik tapi masa kini dan depannya baik dibandingkan dengan wanita yang masa lalunya baik namun semakin tua semakin bermasa depan rusak.”

Sang teman itu balik bertanya dari mana si suami itu tahu masa depan istrinya itu. Sang suami kaget dengan pertanyaan tak terduga itu. Gagap dia untuk menjawab namun tak berani dia untuk berbohong. Dia menjawab: “Semalam saya bertemu dengan teman akrab istri saya yang masih ada di kompleks maksiat itu. Setelah saling cerita, barulah saya tahu siapa dulunya istri saya.”

Temannya berkata: “Istrimu masih lebih baik dari dirimu yang masih selalu berbuat dosa. Harusnya istrimu yang menyesal bersuamikan kamu, bukan kamu yang menyesal memperistrikan dia.”

Inilah kehidupan. Kadang kita keras pada orang lain, namun lemah pada diri sendiri. Lebih dari itu ada hikmah di balik kisah ini: “tidak mengetahui semua hal kadang lebih membahagiakan dibandingkan mengetahui segala hal.” (mozaik.inilah)

Kamu Pasti Menangis Setelah Baca Kisah Nyata Penyesalan Sang Suami Kepada Istri (Setelah Istri Meninggal Dunia)

Nina dan Herman adalah sepasang suami istri yang telah menjalani hubungan pacaran 10 tahun lamanya. Akhirnya mereka menikah dan menjalani bahtera rumah tangga sebagaimana orang lainnya. Di tahun pertama, kedua dan ketiga, kisah cinta ini begitu manis. Apalagi keduanya dikaruniai seorang putra bernama Lilo.

Tahun keempat rumah tangga Nina dan Herman mulai terasa agak berat. Mengasuh anak menjadi hal yang harus mereka pelajari bersama. Namun berbekal dukungan orang tua dan rasa cinta mereka, apapun selalu ada solusinya dan mereka bisa melewati masa sulit tersebut.

Beberapa tahun berlalu hingga Lilo sudah menginjak kelas empat SD. Mengasuh satu anak hingga sebesar ini rupanya membuat Herman ingin memiliki anak lagi. Namun Nina agak menolak, dengan alasan masih ingin mengecek ke dokter perihal kondisinya.


Namun kondisi ini beberapa kali terjadi hingga setengah tahun lamanya. Membuat Herman sedikit berpaling dari Nina. Apalagi di kantor, ada seorang sekretaris baru yang membuat Herman merasa nyaman bernama Jenny. Sedikit demi sedikit Jenny mulai menguasai pikiran dan hidup Herman. Membuatnya jarang pulang tepat waktu dan membuat Nina heran.

“Kok sering pulang telat, Mas?” tanya Nina.

“Lembur..” Herman menjawab pendek sambil mengganti pakaiannya. Ia sebenarnya masih mencintai Nina, namun di sisi lain ia makin dekat dengan Jenny. Ia merasa hubungannya dengan Nina hambar serta membosankan akhir-akhir ini. Kali ini bukan karena Nina menolak punya anak lagi, namun kesibukan Nina dan Herman membuat pria ini merasa jarak mereka makin jauh dan Nina seolah tak melihat hal itu sama sekali.

Kehidupan pernikahan Nina dan Herman makin menjemukan. Nina makin bekerja keras dalam karirnya sehingga fokusnya seringkali hanya pada anak dan karir. Nina memang lebih pendiam setelah Lilo masuk sekolah, tapi Herman pikir mungkin hal ini disebabkan oleh keperluan anak mereka yang makin banyak. tetapi sebenarnya Nina menyimpan rahasia yang agak dalam, karena tidak mau suaminya sampai bersedih. Ia benar-benar sangat menjaga perasaan suaminya. Sesekali hubungan Nina dan Herman menegang oleh pertengkaran-pertengkaran kecil. Herman sering pulang malam dan Nina mulai curiga dengan apa yang dilakukan Herman di luar rumah.

“Aku kerja. Aku kan juga nggak pernah protes ketika kamu pulang malam, Nina,” kata Herman dengan nada tinggi.

“Kamu berubah, Mas. Kerja juga nggak mungkin pulang malam terus kan?” Nina membalas.

Herman mendengus sebal dan menyahut, “Kamu tanya saja sendiri pada dirimu, kenapa aku jadi nggak betah. Kamu terlalu sibuk dengan karirmu, aku juga bisa kalau begini caranya.” Ia sebenarnya sakit mengucapkan hal ini pada Nina. Namun emosinya sudah lama tertahan dan kali ini ia merasa muak pada omelan istrinya.

Jenny juga mulai berani mempengaruhi Herman untuk menceraikan istrinya. Awalnya Herman ragu, namun makin sering ia dan Nina bertengkar di belakang anaknya. Hal ini mulai membuat Herman merasa tidak nyaman. Ia pun mulai menyampaikan keinginannya untuk bercerai. Tentu saja hal ini membuat Nina hancur setengah mati. Ia menolak perceraian itu karena tidak ingin Lilo merasakan keluarga yang retak dan tentu saja perceraian adalah hal yang sangat dibenci Allah SWT.

Namun Herman makin menghancurkan hatinya karena menyodorkan surat pengajuan cerai beberapa hari setelah ia menyampaikan keinginannya itu. Semalaman Nina memandangi surat cerai terhampar di meja kerjanya, sementara Herman tidur dengan tidak nyenyak di ranjangnya. Keesokan paginya, Nina menyerahkan surat itu pada Herman dengan mata sembab karena sesekali berdoa sambil menangis meminta petunjuk kepada Allah SWT, hingga belum tidur semalaman. Ia berfikir tidak ada gunanya ia marah ataupun kecewa, karena tugas seorang istri dalam Islam adalah untuk mentaati suaminya dan mencoba bersabar dengan segala ujian yang diberikannya.

Ia sadar betul sesungguhnya Allah-lah yang maha membolak-balikkan hati manusia. Allah memberikan petunjuk kepada yang Dia

kehendaki ataupun juga menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki, seperti firman Allah:

” Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS. Al-Qashash : 56)

“Aku akan menandatanganinya setelah 30 hari. Dalam 30 hari itu, aku ingin Mas selalu menggendong aku dari ranjang ke meja makan untuk sarapan setiap pagi. Juga dari ruang keluarga ke kamar tidur setiap malam,” ujar Nina dengan suara setengah serak seperti orang yang semalaman belum tidur.

Herman agak aneh dengan permintaan istrinya, namun ia tetap menyanggupi permintaan itu. Ia pikir istrinya hanya ingin mengulur waktu cerai dan membuat Herman kembali. Mendengar cerita itu, Jenny sedikit menertawai ulah Nina. “Ada-ada saja. Setelah kondisi seperti ini, baru istrimu merajuk untuk bisa kembali.”

Begitulah, sesuai janjinya, Herman selalu menggendong Nina setiap pagi dan malam. Ia bisa merasakan Nina lebih bersandar padanya, namun di sisi lain Herman berpikir bahwa Nina mungkin juga sedang menikmati momen-momen akhir bersamanya. Sebentar lagi Herman tetap akan menceraikannya dan membawa Jenny dalam kehidupan barunya.

Pemandangan romantis antara Nina dan Herman membuat Lilo kadang bersorak pada kedua orang tuanya itu. “Wah, papa mama romantis banget,” ujarnya girang. Hal ini membuat Herman sedikit berbesar hati., namun ia meneguhkan dirinya agar tak mudah ternakan suasana Sementara Nina hanya tersenyum penuh makna sambil bergelayut di leher suaminya ketika digendong.

Diam-diam, Herman merasa istrinya makin kurus dari hari ke hari. Setiap gendongannya terasa makin ringan. Herman memandangi wajah istrinya sesekali ketika menggendongnya sembari mengecup keningnya. Nina nampak lelah belakangan ini, kantung matanya sering kelihatan membesar dan ia sering menyandarkan kepalanya ke dada Herman. Hal ini membuat Herman mulai ragu dengan keputusannya bercerai, ada kehangatan merasuk di dadanya setiap kali menggendong Nina.

Tanpa terasa, Herman mulai merasakan cinta kembali bersemi pada hubungannya dengan Nina. Ia merasa istrinya makin cantik dari hari ke hari, hingga hari-hari penandatanganan surat ceri itu makin dekat. Saat Herman hendak menggendong Nina di pagi hari ke 31, Nina menahan tangan Herman.

“Kan hari ini sudah lewat. Kamu nggak perlu gendong aku lagi, Mas.” Herman tersenyum saja dan membawa Nina ke meja makan. Ia menyajikan sarapan lalu mengecup kening Nina, “Sarapan aja, Nina. Selamat pagi.” Begitulah Nina dan Herman menghabiskan sarapan mereka dengan lebih hangat dan mesra. Namun di akhir sesi sarapan, Nina memberikan surat cerai yang sudah ditandatangani dan dibungkus amplop.

“Ini, Mas. Terima kasih selama ini sudah mencintaiku,” ujarnya sambil menitikkan air mata. Herman terpana, namun surat itu diterimanya lalu sebelum berangkat ke kantor, Herman memeluk Nina.

Di kantor, Herman mengatakan pada Jenny bahwa ia mengurungkan niatnya bercerai. Tentu saja wanita itu begitu kesal dan menampar herman keras-keras. Herman tahu dengan konsekwensi ini, ia siap menerimanya karena sejauh ini ia dan Jenny belum sampai berhubungan badan. Ia bersyukur masih bisa mengendalikan dirinya selama ini dari berzina.

Sekarang yang ada di benaknya adalah Nina. Ia masih ingat dengan bulir air mata Nina yang hangat jatuh di tangannya tadi pagi. Herman merasakan cinta itu dan tak sabar ingin segera pulang. Ia bahkan menyempatkan diri membeli buket bunga paling indah kesukaan Nina dan bergegas pulang sore itu.

Sesampainya di rumah, Herman memanggil-manggil nama istrinya. Namun ia tak juga mendengar jawaban. Hingga ia melihat Nina di kamarnya, tidur dengan piyama yang masih melekat di tubuhnya tadi pagi. Namun saat Herman mendekatinya, Nina sudah tidak bernyawa lagi. Herman tidak percaya, bagaimana mungkin Nina bisa meninggal? Ia menggoncang-goncang tubuh dan wajah Nina sambil memanggil namanya.

Kepergian Nina menjadi penyesalan yang tak terperi bagi Herman. Rupanya selama ini Nina mengidap penyakit parah yang tak sempat disampaikannya pada Herman. Di kala istrinya itu tengah memikirkan sendirian dan berjuang melawan penyakitnya, Herman malah sibuk dengan rencana perceraian mereka. Nina dimakamkan keesokan harinya, diiringi rasa sedih dan duka dari Herman dan putra mereka, Lilo.

“Dan sebagian dari dari tanda-tanda kebesaran Nya adalah Dia menciptakan pasangan–pasangan bagi kalian dari jenis kalian, agar kalian merasa tenang pada pasangan kalian dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih sayang dan cinta. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda bagi orang-orang yang berfikir.”(QS. Ar-Ruum: 21) 

Kisah Ayah Penjual Pulpen yang Membuat Seluruh Dunia Menitikkan Air Mata

Kisah Ayah Penjual Pulpen yang Membuat Seluruh Dunia Menitikkan Air Mata

Minggu lalu, sebuah gambar mengharukan kembali menghebohkan jagad maya. Terdapat foto seorang pria berbaju lusuh sedang menjajakan pulpen di sebuah jalan. Tangan kiri pria itu menjajakan pulpen-pulpen berwarna biru sementara lengan kanannya menggendong puteri kecilnya yang sedang tertidur lelap.

Wajah pria itu tampak begitu lelah dan sedih karena dia harus ikut membawa puteri kecilnya berpanas-panasan menjajakan pulpen. Gambar yang viral melalui Twitter inipun tersebar ke penjuru dunia. Tanpa disangka, foto itu akhirnya membawa keajaiban bagi keluarga asal Suriah ini.

Pria penjual pulpen ini bernama Abdul Haleem Al-Kader. Dia terpaksa menjual pulpen di Lebanon untuk menghidupi dua anaknya. Keluarga kecil ini berasal dari Suriah, namun harus mengungsi ke Lebanon karena kondisi perang di Suriah semakin parah.


Melihat dua buah foto yang mengharukan ini, netizen dari seluruh dunia berusaha melacak keberadaan Abdul Kadeer. Namun, sulit sekali untuk mengetahui siapa yang pertama kali mengambil foto tersebut dan di mana Abdul Kadeer beserta keluarganya tinggal.

Akhirnya, seorang netizen berhasil menemukan dan mewawancarai Abdul Haleem. Dia adalah seorang ayah dari dua anak, yang mana ibu dari kedua anak itu telah meninggal dunia. Sebelumnya, keluarga kecil ini tinggal di wilayah pengungsian Yarmouk, akibat perang di Suriah.

Sebelum perang meletus, Abdul Haleem bekerja di sebuah pabrik cokelat di Syria, namun akibat perang, pabrik itupun akhirnya ditutup. Seorang teman menyarankan Abdul untuk pergi ke Lebanon untuk memulai kehidupan baru. Namun, sesampainya di Lebanon, hidup ternyata menjadi lebih sulit bagi dia dan puterinya yang berumur 9 dan 4 tahun.

Abdul Haleem mengaku tidak betah tinggal di camp pengungsian Yarmouk karena hidup di sana sungguh tidak layak. Mereka tinggal berdesakan bersama sekitar 150.000 pengungsi lainnya. Mereka terkadang mendapat bantuan makanan, namun terkadang harus menahan lapar karena tidak ada bantuan.

Ayah dari Reem dan Abdeillah inipun akhirnya berjualan pulpen di jalan-jalan kota Lebanon. Setelah fotonya menjadi viral, Abdellan mendapatkan bantuan sebesar lebih dari $50.000 atau sekitar Rp. 700.000.000 dari sumbangan orang-orang yang dikumpulkan di website IndieGogo. Uang tersebut terkumpul dalam waktu kurang dari 24 jam dan terus bertambah.

Saat mengetahui bahwa orang dari seluruh penjuru dunia peduli akan keadaannya, Abdul Haleem tidak bisa menahan air mata. “Aku sangat terkejut ketika mengetahui bahwa orang-orang di luar negeri mendengar cerita tentangku dan peduli terhadap anak-anakku,” kata Abdul yang kami kutip dari Buzzfeed News. “Aku tidak bisa menahan air mata dan berterima kasih kepada Tuhan sambil memeluk anak-anakku,” katanya lagi.

Namun, meskipun telah mendapat uang dalam jumlah begitu banyak, Abdul mengaku sesungguhnya dia tidak butuh uang. “Aku tidak butuh uang. Yang aku inginkan hanyalah menyekolahkan anak-anakku,” kata Abdul kepada Buzzfeed News, “Aku ingin menyekolahkan mereka, membantu mereka mendapatkan pendidikan terbaik.” Ucapan ini semakin membuat banyak orang menangis akan ketulusan hati Abdul.

Dengan bantuan yang begitu banyak dari netizen, Abdul kini bisa bernapas lega. Dia berencana akan pindah ke Eropa. “Aku berharap bisa membawa anak-anakku ke Eropa. Di sana, anak-anakku akan mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Aku sangat berharap aku bisa mewujudkan itu,” kata Abdul.

Namun, jika rencana itu tidak berhasil, Abdul berencana membuka toko cokelat di Lebanon. Abdul telah mengetahui cara untuk membuat cokelat dari hasil bekerjanya ketika masih di Suriah. Mari kita doakan rencana Abdul dan anak-anaknya berjalan dengan lancar.
Meskipun sangat inspirasional, namun kita berharap tidak akan ada ‘Abdul’ berikutnya lagi di dunia. Kita berharap agar perang segera selesai dan semua manusia hidup berdampingan dalam damai. Perang hanyalah membuang segelintir kaum merasa menang, sementara yang lainnya menderita berkepanjangan.

Semoga Abdul bisa menyekolahkan anaknya hingga setinggi-tingginya. Dan semoga para netizen, termasuk kita, tetap menjadi orang yang dermawan dan rela membantu siapa saja. Bahkan jika kita tidak mengenal orang itu sama sekali.
Sumber : http://mutiarakisah1.blogspot.com/2015/09/kisah-ayah-penjual-pulpen-yang-membuat.html

Pacaran Islami - Yuk Di Sini!

KENAPA KAMU PACARAN ❓

1. Tau kenapa kamu mau diajak ciuman?
Karena mulut kamu kurang baca alQuran
2. Tau kenapa kamu masih digodain padahal udah pake jilbab?
Karena dada kamu masih menampakkan aurat.
3. Tau kenapa pacaran berakhir menyedihkan?
Karena pacaran datang dari bisikan setan
4. Tau kenapa kamu masih jomblo?
Karena Allah ngga mau kamu salah jalanakibat pacaran
5. Tau kenapa si dia ngga peduli sama kamu?
Karena Allah sedang mencarikan pasangan yang seIman denganmu
6. Tau kenapa kebahagiaan kamu ngga seperti mereka ?
Karena allah ngga mau kamu lupa beribadah, sebab terlalu asik berbahagia
7. Tau kenapa kamu masih baca postingan ini sampei habis?
Karena Allah berencana menyadarkan kamu kembali kejalan yg benar.
8. Tau kenapa kamu copy dan share postingan ini?
Karena kamu tau ini berguna/bermanfaat bagi yang lain
"Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik. [QS.An-nur : 26]
Semoga bermanfaat 

Kamis, 03 November 2016

Suami yang Membantu Pekerjaan Istri Dirumah, Berarti Dia Menghidupkan Sunnah Nabi

Suami yang Membantu Pekerjaan Istri Dirumah, Berarti Dia Menghidupkan Sunnah Nabi 

Syeikh Utsaimin rohimahulloh:



"Diantara tawadhu’nya Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-; bila
beliau di rumah, beliau membantu isterinya, memeras susu kambing,
memperbaiki sandal, beliau membantu mereka di rumah mereka.





Hal ini berdasarkan penuturan Aisyah -rodhiallohu ‘anha- ketika
ditanya apa yang dilakukan Nabi -shollallohu 'alaihi wasallam- saat di
rumah?: "Beliau dahulu dalam pekerjaan isterinya", yakni membantu
isterinya.


Misalnya, jika seseorang di rumahnya, maka termasuk sunnah, bila dia
membuat teh untuk dirinya sendiri, memasak sendiri bila dia bisa,
mencuci apa yang butuh dicuci, ini semua termasuk sunnah Nabi.



Jika kamu melakukan hal itu, maka kamu akan mendapatkan pahala menjalankan sunnah.



Karena (kamu melakukan hal itu untuk tujuan) mengikuti Rosul
-shollallohu ‘alaihi wasallam- dan bertawadhu’ (merendah) kepada Allah
-azza wajall-.



Hal ini juga akan menumbuhkan rasa cinta antara kamu dan isterimu.
Jika isterimu merasa kamu banyak membantunya, tentu dia akan mencintaimu
dan dirimu akan semakin berharga di matanya. Dan ini merupakan
masalahat yang besar.
"

Selasa, 25 Oktober 2016

4 Juta Pengiklan, Bukti Kesuksesan Facebook di "Mobile"


Facebook mengumumkan sebuah pencapaian baru minggu lalu. Jejaring sosial ini telah mengumpulkan 4 juta pengiklan, naik dari jumlah yang tercatat enam bulan lalu sebanyak 3 juta pengiklan.

Chief Operating Officer Facebook Sheryl Sandberg mengatakan, pencapaian tersebut sekaligus menekankan bahwa akses melalui perangkat mobile makin penting buat konsumen, juga pengiklan.

"Kami pikir ini adalah salah satu bukti lagi mengenai hal yang telah kami lihat selama bertahun-tahun, yakni pergeseran ke arah mobile," ujar Sandberg, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Forbes, Selasa (25/10/2016).

Facebook merupakan pengiklan digital terbesar kedua setelah Google. Pada kuartal kedua 2016, sebagian besar penjualan iklan perusahaan jejaring sosial ini, yakni 84 persen, disumbang oleh mobile advertising. Angka tersebut naik dari 72 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan Facebook memang didorong oleh iklan mobile, utamanya yang berformat video. Pendapatan iklan Global Facebook diperkirakan bakal mencapai 23,31 miliar dollar AS tahun ini, berdasarkan perkiraan eMarketer.

Facebook turut menyalurkan iklan lewat aplikasi mobile dan Instagram yang diproyeksikan menyumbang kontribusi pendapatan sebesar 1,5 miliar dollar AS tahun ini.

Sandberg mengatakan, perangkat mobile adalah teknologi komunikasi yang paling cepat diadopsi oleh konsumen. "Layar kecil sekarang menjadi sesuatu yang besar karena bisa melakukan hal-hal besar," ujar dia. "Ini (mobile) adalah tempat yang sangat penting untuk menjangkau konsumen."

Sebagian besar pengiklan Facebook adalah pemilik bisnis kecil atau menengah. Di sinilah, menurut Sandberg, letak potensi terbesar yang terus digali oleh Facebook.
kompas.com

Pembayaran Paypal Akan Tersedia Untuk Facebook Messenger

Pembayaran Paypal Akan Tersedia Untuk Facebook Messenger

Facebook mengindikasikan cara baru melakukan transaksi, dengan mengimplementasikan pembayaran PayPal pada bots untuk Messenger versi beta miliknya. Kala itu, Facebook mengonfirmasikan lebih dari 30 ribu pengembang bergabung dan menciptakan ribuan bot sejal versi beta tertutup dimulai.

Facebook dan PayPal kini mengumumkan keputusan mereka meningkatkan pengalaman pembayaran untuk Messenger dan Facebook. Berkat keputusan ini, pengguna akan dapat melakukan pembayaran menggunakan kartu debit dari dalam aplikasi jejaring sosial tersebut.

Menurut PayPal, di wilayah Amerika Serikat, perusahaannya akan mulai mendistribusikan fitur baru ini, sebagai pilihan pembayaran di berbagai aplikasi pendukung pengalaman berdagang Facebook, termasuk Messenger, seperti yang dilaporkan oleh Phone Arena.

Update ini juga memungkinkan pelanggan PayPal untuk menautkan akun mereka ke Facebook dan Messenger, guna mempermudah proses check out PayPal. Selain itu, pelanggan PayPal di Amerika Serikat juga akan menerima pemberitahuan di Messenger.

Dengan integrasi pembayaran via PayPall di Messenger, pedagang akan dapat menerima pembayaran tipe ini secara langsung dari bots mereka. Hal ini dinilai berguna untuk bisnis yang juga memanfaatkan PayPal, dan menjual produk langsung dari bagian Shop pada halaman Facebook mereka.

"Fokus kami tetap kuat terkait bekerja sama dengan perusahaan inovatif adalah untuk menciptakan pengalaman lebih baik bagi pedagang dan konsumen. Selama beberapa bulan terakhir, kami telah mengumumkan kesepakatan dengan Visa, MasterCard, Telcel and Claro, Vodafone dan Alibaba, sebagai upaya kami menghadirkan pilihan pembayaran yang lebih luas melalui kerjasama tersebut," ujar perwakilan Facebook.

Namun, hingga saat ini, belum tersedia informasi terkait rencana Facebook untuk menghadirkan pilihan transaksi tersebut di negara lain di luar Amerika Serikat. Hal ini mengingat banyak pasar di luar Amerika Serikat yang juga memanfaatkan Facebook untuk berjualan, termasuk Indonesia.
Metrotvnews.com

Minggu, 23 Oktober 2016

Penting! Ini Cara Membedakan Kartu BPJS Asli Dan Palsu

Penting! Ini Cara Membedakan Kartu BPJS Asli Dan Palsu

Ribut-ribut tentang pemalsuan yang berkaitan dengan kesehatan, rupanya masih belum usai. Setelah kasus vaksin palsu yang menggegerkan publik, beberapa wkatu yang lalu masyarakat dihebohkan lagi dengan kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) palsu.

Kartu BPJS palsu ditemukan beredar di Bandung barat. Dilansir dari laman merdeka.com, kartu tersebut diterima warga dari lembaga yang berkedok peduli kaum dhuafa. Tak tanggung-tanggung, sebanyak kurang lebih 200-an orang yang terdaftar sebagai anggota BPJS abal-abal tersebut. Kebanyakan pesertanya adalah dari Desa Kertajaya.

Iuran pembuatan kartu BPJS palsu tersebut adalah Rp. 100 ribu per orang. Meski sudah menyetorkan iuran yang tidak sedikit biayanya, nyatanya kartu BPJS tersebut justru tak bisa digunakan. Padahal, jika mendaftar BPJS yang asli dan dikelola pemerintah, biaya administrasinya gratis meski tetap ada iuran bulanan maksimal Rp. 80.000 untuk kelas I.

Lalu, bagaimana kita mengetahui apakah kartu BPJS milik kita asli atau palsu? Berikut panduannya, seperti yang kami kutip dari panduanbpjs.com.

  • Kartu BPJS asli memiliki gambar pulau-pulau Indonesia. Kartu BPJS palsu, polos.
  • Di balik kartu BPJS asli, tertera 3 peraturan pemakaian penggunaan kartu BPJS. Kartu BPJS palsu mencetakan 8 peraturan penggunaan kartu yang disebut dalam peraturan e-ID BPJS>
  • Hasil cetak kartu BPJS jelas dan rapi. Kartu BPJS palsu cenderung asal-asalan dan buram.
  • Barcode pada bagian depan kartu BPJS lebih jelas dan beraturan. Kartu BPJS palsu terlihat berantakan.
  • Cek nomor peserta yang tertera pada kartu. Kartu BPJS yang asli akan mencantumkan nomor keanggotaan yang teregistrasi di web BPJS.

Jika ada yang mencurigakan pada kartu BPJS-mu atau adanya layanan yang tak sesuai, kamu bisa menghubungi pusat informasi melalui layanan Call Center 24 jam BPJS Kesehatan di 1-500-400 atau pada nomor dan alamat yang tertera di lamanweb BPJS Kesehatan ini.

Semoga kita terhindar dari praktek-praktek pemalsuan yang merugikan rakyat ya, Ladies.
:::vemale.com:::

Alasan Diet Mayo Tidak Boleh Makan Sambal


ADA pelengkap hidangan yang tidak boleh disantap ketika menjalani diet mayo. Salah satunya adalah sambal. Mengapa demikian?

Sambal terbuat dari cabai yang mengandung senyawa capcaisin. Pelengkap hidangan yang memberi efek rasa menantang ini membuat penikmatnya makan lebih lahap.

"Pedasnya sambal itu membuat orang ingin makan lebih banyak," ujar Jocelyn Halim, seorang pakar gizi kepada Okezone di Jakarta.

Menurutnya, ketika menerapkan diet mayo dan makan sambal. Maka untuk mengatur porsi makan sehari-hari akan lebih sulit.

Karena itu, banyak katering diet mayo yang tidak menyertakan sambal di dalam menu khusus diet tersebut. (Baca: DIET MAYO DAY 4: Pelaku Diet Mayo Harus Banyak Minum Air Putih)

"Sambal itu tidak ada di dalam menu diet mayo. Bukan cuma sambal sebenarnya untuk saus kemasan itu juga tidak disarankan," tutupnya.
:::  lifestyle.okezone.com :::

Tahukah Kamu! Membuat Infused Water Tidak Dianjurkan Pakai Air Panas

Membuat Infused Water Tidak Dianjurkan Pakai Air Panas

AWALNYA infused water diracik bagi mereka yang bosan mengonsumsi air putih. Metode minuman ini memadukan aneka buah segar dengan air dingin dan disimpan selama 4-6 jam.

Tentu saja infused water akan lebih sehat jika rutin dikonsumsi. Pasalnya air yang bercampur buah ini terdapat vitamin dan nutrisi lain dari buah tersebut.

Namun ada anggapan bahwa infused water bisa dibuat dengan campuran air panas. Lantas bagaimana dengan khasiatnya?

“Ada beberapa jenis buah dimana vitaminnya akan larut dalam air, seperti vitamin C. Kalau buah tersebut direndam dalam air panas maka vitaminnya bisa rusak,” ucap ahli gizi, Dr. Grace Judio-Kahl di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, minuman infused water akan lebih sehat jika buahnya direndam dalam air dingin. Terlebih jika buah yang dipadukan kaya akan vitamin C, seperti jeruk, stroberi, lemon atau kiwi.

Penggunaan air dingin pada infused water dapat mempertahankan nutrisi yang terkandung di dalam buah. Selain itu rasa dari infused water akan lebih nikmat.

“Memang harus pakai air dingin karena lebih enak. Kalau pakai air hangat atau panas rasanya jadi kurang sedap, buahnya jadi hancur,” tutupnya. 
:::  lifestyle.okezone.com :::

Ini 5 Buah yang Bagus Dikonsumsi Pelaku Diet Mayo

Ini 5 Buah yang Bagus Dikonsumsi Pelaku Diet Mayo


BINGUNG memilih buah apa saja yang ingin Anda santap saat menjalankan diet mayo? Ada beragam buah yang bisa dikonsumsi saat menjalankan diet.

Jika Anda pergi ke toko buah, beberapa deretan buah ini bisa menjadi pilihan menarik untuk disertakan dalam menu diet Anda.

Markisa

Buah bertekstur unik ini bisa Anda santap saat menjalankan masa diet. Kandungan vitamin A dan C, kalium, serta seratnya bisa membantu penurunan berat badan Anda lho.

Belimbing

Buah tropis ini bisa juga ditambahkan sebagai pelengkap menu salad. Selain mempercantik tampilan salad karena bentuk bintangnya, rasa gurih dan segar dari belimbing itu sangat bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh.

Mangga

(Foto:Mangoesnet)

Memilih mangga sebagai hidangan pencuci mulut adalah salah satu alternatif menarik. Anda bisa mengkreasikan buah yang satu ini menjadi sajian menarik dan bisa menggugah selera menu diet. Misalnya, membuatnya menjadi sop buah.

Jambu klutuk

Hampir semua orang menyukai buah yang satu ini. Rasa manis dan sedikit asam berbalur menghasilkan rasa yang lezat. Tak ada salahnya mengonsumsi jus yang kaya akan vitamin A, serat, kalium, dan beragam mineral lainnya.

Kiwi

(Foto:Wikihow)

Buah dengan rasa asam ini selalu cocok dijadikan dalam bentuk apapun. Anda bisa membuatnya dalam ragam bentuk, misalnya menambahkannya ke dalam salad, smoothies, jus, atau yoghurt sesuai dengan selera Anda. Demikian dikutip dari laman Webmd, Rabu (19/10/2016). 
:::  lifestyle.okezone.com :::