Kamis, 17 September 2015

Fuad Bawazier: Bongkar Muat di Tanjung Priok, Satu Kapal Siapkan Rp 2 M

Fuad Bawazier: Bongkar Muat di Tanjung Priok, Satu Kapal Siapkan Rp 2 M

Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak era pemerintahan Presiden Soeharto, Fuad Bawazier mengaku saat ini menggeluti dunia perdagangan yang juga menggunakan jasa Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok.

Untuk satu kapal yang hendak bongkar dan muat, Fuad mengaku harus menyediakan dana segar sekitar Rp 2 miliar.

"Kalau ingin cepat bongkar dan muatnya, sediakan dana 2 miliar rupiah," kata Fuad Bawazier, di pressroom DPR, Senayan Jakarta, Kamis (17/9).

Dana Rp 2 miliar tersebut lanjutnya, antara lain untuk membiayai petugas bea cukai agar mau memeriksa barang impor atau ekspor yang sudah ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Untuk periksa barang yang ada di kawasan Pelindo II Jakarta, petugas bea cukainya dibayar dulu. Baru dapat jadwal dan izin pemeriksaan. Setelah jadwal dan izin pemeriksaan, petugasnya nanti juga harus dibayar," ungkap anggota Dewan Pemibna Partai Gerindra ini.

Kalau tidak mau bayar ujar Fuad, pihak bea cukai akan mengelompokannya sebagai barang "tidak baik". Sebaliknya kata Fuad, kalau mau bayar, barang masuk kelompok "baik" dan prioritas untuk diperiksa.

"Saya rasa PT Pelindo II tahu itu tapi buang muka. Apa itu tidak sistem mafia, menurut saya itu mafia," jelasnya.

Mestinya kata mantan Menkeu era Presiden Soeharto itu, pelabuhan lebih mengutamakan fungsi sosial ekonomik, jangan profit oriented. "Sebab perusahaan jasa pelabuhan dimana-mana sudah pasti untung karena tingginya perputaran bisnis di situ," imbuhnya. (fas/jpnn)