Sabtu, 19 September 2015

Menikahlah, Ada Recana Indah Allah di Baliknya (1)

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)
Sa’id bin Abu Maryam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far men-gabarkan kepada kami, Humaid bin Abu Humaid At-Thawil bahwasanya ia menden-gar Anas bin Malik r.a. berkata: “Ada tiga orang yang mendatangi rumah-rumah istri Nabi saw. menanyakan ibadah Nabi saw. Maka tatkala diberitahu, mereka merasa seakan-akan tidak berarti (sangat sedikit). Mereka berkata: “Di mana posisi kami dari Nabi saw., padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya baik yang lalu maupun yang akan datang.” Salah satu mereka berkata: “Saya akan qiyamul lail selama-lamanya.” Yang lain berkata: “Akan akan puasa selamanya.” Dan yang lain berkata: “Aku akan menghindari wanita, aku tidak akan pernah menikah.” Lalu datanglah Rasulullah saw. seraya bersabda: “Kalian yang bicara ini dan itu, demi Allah, sung-guh aku yang paling takut dan yang paling takwa kepada Allah. Akan tetapi aku ber-puasa dan berbuka, aku sholat, aku tidur, dan aku juga menikah. Barang siapa yang benci terhadap sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.” (Al-Bukhari)
BEGITULAH tegasnya perintah Allah Subhanawata’ala kepada hamba-hambanya agar membangun mahligai rumah tangga. Bahkan Rasulullah menegaskan bukan me-rupakan ibadah buat seseorang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah den-gan cara tidak menikah. Bahkan Rasulullah menekankan bahwa dirinyalah orang yang paling takut dan paling takwa kepada Allah tetapi Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam juga menikah.
Dasyatnya Menikah
Lihatlah apa yang di sampaikan oleh Anas bin Malik ketika Rasulullah berbicara tentang keutamaan menikah
Dari Anas bin Malik r.a. berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang menikah maka ia telah menyempurna-kan setengah agama. Hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam setengahnya.” (Imam Al-Baihaqi)
Inilah ibadah Rasulullah sebut dengan menyempurnakan separuh agama. Inilah sebuah ikatan janji yang di sebut Allah sebagai Mitsaqan ghaliza (perjanjian yang kokoh). Apa kira-kira yang akan di lakukan Iblis dan para pengikutnya untuk mencegah terjadinya ibadah yang dapat mengguncang Arsy Allah ini ? Mencegah-nya ! Ya apalagi menikahnya dua orang yang sholeh. Yang mereka memahami secara persis tentang hakikat pernikahan. Mereka tidak sekedar menikah, tapi cita-cita mereka adalah memperbanyak keturunan yang sholeh, memperbanyak tentara-tentara Allah yang akan memakmurkan bumi ini. Rusaknya sebuah rumah tangga adalah target utama iblis dan para pengikutnya. Rusaknya rumah tangga akan men-inggalkan kerusakan pula kepada anak-anak mereka, istilah yang hari ini kita kenal dengan “anak-anak korban broken home”.
Dalam sebuah hadis disebutkan sesungguhnya iblis (raja setan) membangun sing-gasananya di atas air kemudian mengutus bala tentaranya (untuk menebar malapetaka dan dosa). Setan yang paling dekat kedudukannya dengan iblis adalah yang paling hebat menimbulkan malapetaka di antara manusia. Salah satu setan ber-kata, aku telah melakukan ini dan itu. Iblis menjawab, kamu belum berbuat apa-apa. Setan lainnya melapor, aku tidak biarkan manusia sampai aku ceraikan dia dan kelurganya. Maka Iblis mendekatkan setan ini seraya berkata. kamu yang paling hebat. (HR Ahmad, Abd bin Hamid dan Muslim dan Jabir)
Kalau sebuah rumah tangga saja menjadi target yang sangat serius dari Iblis dan para pengikutnya untuk dapat di rusak. Pastilah mencegah bangunan rumah tangga itu tegak berdiri menjadi satu target tersendiri dari Iblis dan para pengikutnya. Karena iblis paling membenci sebuah aktivitas ibadah dalam ta’at kepada Allah.
Ini Ibadah Bro….?
Kalau kita pergi ke kantor, apa tujuan kita ? Bekerja. Kalau kita ke sekolah, apa tujuan kita ? Belajar. Setiap kita melakukan sesuatu, selalu ada tujuan yang kita ingin dapatkan. Apakah kemudian kita merasa ketika Allah menjadikan dan menciptakan kita, Ia tidak punya tujuan dari penciptaanNya ?
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(Adz Dzariat : 56).
Allah Subhanawata’ala menyampaikan tentang esensi di ciptakannya bangsa jin dan manusia adalah semata-mata untuk beribadah kepadaNya. Bahkan dalam kesempatan lain, Allah menyampaikan pula, bahwa penciptaan manusia itu bukan sekedar sebuah permainan. Tapi akan ada proses di mana semua harus di pertanggung jawabkan.
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.” (QS al-Mukminun 115)
”Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Al-Qiyamah 36).

Kabar Positif dan Kabar Negatif Serta Informasi Viral dan Trending Topics
netnit.net