Rabu, 30 September 2015

Menyikapi Pasangan yang Stres dengan Pekerjaan

Menyikapi Pasangan yang Stres dengan Pekerjaan

Hubungan berpasangan bisa bermasalah karena faktor karier. Salah satunya, pasangan memilki pekerjaan yang bikin stres. Perlu cara tepat untuk menyikapi kondisi semacam ini, agar hubungan tak jadi berantakan.

Contoh kasus: “Pulang dari kantor, wajahnya sudah kelelahan. Jangankan mengobrol panjang lebar atau menonton, sekadar menanggapi candaan saja sudah sulit. Kalau diajak becanda, responsnya sama sekali jauh dari harapan, terkadang menyakitkan. Setiap hari topik yang dilontarkan hanyalah pekerjaan yang bikin dia stres. Ia juga jadi gampang emosi. Hanya ditanya, tadi makan siang di mana, dia menganggap saya curiga dia selingkuh. Kalau begini terus, bagaimana bisa melanjutkan hubungan yang menyenangkan?”

Untuk menyikapi kondisi semacam ini, jangan katakan hal hal ini: “Sejak kamu kerja di sana, kamu jadi emosional ya. Ngobrol sama kamu itu bikin aku ikutan emosi, udah ah malas bicara sama kamu.” Sebaiknya katakan: “Hari-hari kamu lagi berat ya, mau aku buatkan teh hangat?”

Pekerja yang sedang berada dalam keadaan tertekan dan stres lebih sulit mengatur emosinya, jadi jangan binging bila Anda salah bicara, bisa-bisa kekasih merasa diserang, mulai kesal, dan akhirnya memicu pertengkaran.

Hal yang seharusnya Anda lakukan adalah menunggu hingga ia berada dalam kondisi nyaman dan tenang, kemudian gunakanlah kalimat seperti “Aku merasa…” daripada menggunakan kalimat “Kamu membuatku…”

Penggunaan kalimat tersebut bertujuan untuk menyadarkan pasangan bahwa masalahnya mampu memengaruhi mood Anda tanpa harus mengungkit kekesalan Anda pada pekerjaannya. Coba tunjukkan kekecewaan Anda dengan menggunakan kalimat seperti, “Aku merasa sedih bila kamu tidak memerhatikanku.”

(Majalah Chic/Vinny Vindiani)