Minggu, 11 Oktober 2015

Jokowi Pulang, Titik Api Sumatera Meningkat secara Drastis

jokowi berfoto di hutan
berfoto di tengah hutan yang terbakar
Jumlah hotspot di Pulau Sumtera kembali meningkat secara drastis, pasca kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau kebakaran lahan dan Hutan di wilyah Sumatra.
Sebelumnya ketika Presiden IndonesiA itu berada di Sumatera, Jumat (9/10/2015) lalu jumlah titik hotspot hanya berjumlah 2 titik, namun, Ahad (11/10/2015) hasil pantauan satelit Terra-Aqua Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisiki (BMKG) statiun kota Pekanbaru, terdeteksi 726 titik hotspot di Sumatera yang tersebar dibeberapa provinsi.


"Sumatera Selatan terbanyak dengan 613 titik, Bangka Belitung 44 titik, Jambi 46 titik, Lampung 15 titik, Bengkulu 1 titik dan Riau 7 titik," Ujar Slamet Riyadi, Kasi Data dan Informatika kota Pekanbaru kepada Riaupos.co, Ahad (11/10/2015)

Ke-tujuh hotspot yang berada di Riau tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir 5 titik, Indragiri Hulu dan Siak satu titik. Kembali munculnya titik hotspot menyebabkan jarak pandang dibeberapa kota kembali menurun.

"Jarak pandang di kota Pekanbaru hanya berjarak 500 M, Rengat 800 M, Dumai 600 M, Pelalawan 400 M," jelasnya.

Sementara untuk perkiraan cuaca, kata Slamet, secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau cerah berawan disertai kabut asap. Untuk peluang hujan ringan tidak merata diperkirakan terjadi di Riau bagian utara, Barat dan Pesisir Timur pada siang atau malam hari.

"Angin secara umum dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 05 - 10 knots (09 - 18 km/jam), sedangkan Temperatur max 31.0 - 33.0 C , Temperatur Min 21.0 - 25.0 C dan Kelembaban max 92 - 96 persen, Kelembaban Min 45 - 55 persen," pungkasnya