Selasa, 13 Oktober 2015

Misteri Orang Bunian yang Bantu Pemadaman Api di Hutan Riau

Misteri Orang Bunian yang Bantu Pemadaman Api di Hutan Riau

Inilah di balik kisah pemadaman api di kawasan hutan belantara di Riau. Tim pemadam konon dibantu Orang Bunian atau makhluk halus untuk memadamkan api. Mau tau ceritanya?

Percaya atau tidak, tapi inilah yang dirasakan tim pemadam kebakaran di hutan rimba di wilayah perbatasan Riau dan Jambi. Lokasi kebakaran hutan rimba itu di desa Lubuk Besar Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Lokasi desa itu saat zaman Belanda atau Jepang memang sangat maju. Namun di akhir kemerdekaan, justru desa itu kini menjadi desa tertinggal. Lokasi desa ini memang dikenal sangat mistis. Soal kabar Orang Bunian alias makhluk halus bukan cerita baru buat mereka. Malah isunya, warga setempat juga akan yang menikah dengan makhluk halus.

Kawasan hutan di desa itu tak luput dari kebakaran hutan. Kawasan yang terbakar memang kawasan hutan yang masih alami. Kisah Orang Bunian turut membantu pemadaman ini, berawal dari Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, terjun ke lokasi.

Mereka membawa alat mesim semprot. Lokasi kebakaran ada dua titik. Titik pertaman ditangani tim BPBD dan titik kedua dipadamkan tim Polsek Kemuning.

Menurut Kepala Subdit Kedaruratan, BPBD Inhil, Sugito kepada detikcom, bahwa timnya untuk memadamkan lokasi itu hanya 11 orang. Itu terdiri dari 5 anggota BPBD dan 6 anggota Satpol PP. Pemadaman dipimpin Rahmad Hasan dari BPBD.

Rahmad Hasan, kata Sugito, memang dikenal memiliki kelebihan indra ke enam alias bisa melihat makhluk halus. Saat tim akan menuju ke lokasi titik api, Rahmad berpesan agar tim cukup kerja dan tidak banyak bicara.

"Malah malam itu ada anggota yang mau buang air besar, Rahmad mengawalnya. Alasannya, kalau tidak dikawal, bisa hilang di dalam kawasan hutan alam itu," kata Sugito.

Saat melakukan pemadaman api, cerita Sugito, tim yang hanya 11 orang itu, dengan mudah melokalisirnya. Api bisa dikendalikan untuk tidak merebet ke mana-mana.

Sedangkan tim kedua yang dimpimpin pihak Polsek Kemuning, merasa bahwa tim satu mendapat bantuan dari masyarakat saat melakukan pemadaman. Tim Polsek melihat dari kejauhan bahwa di tim BPBD terlihat ramai warga turut membantu melakukan pemadaman.

"Waktu itu tim polsek bilang ke tim kita, bahwa wajar saja cepat menguasai api karena masyarakat berbondong-bondong turut membantu," kata Sugito.

Mendapat keterangan seperti itu, lanjut Sugito, tim BPBD Inhil dan anggota Satpol PP menjadi bingung. Mereka tidak merasa ada bantuan dari pihak manapun.

"Tim kita benar-benar hanya 11 orang saja. Tapi tim lain menganggap malam itu melihat adanya warga berbondong-bondong turut membantu melakukan pemadmaan api di hutan" kata Sugito.

Dari peristiwa inilah, kata Sugito, akhirnya menyebar kabar bahwa di lokasi kebakaran tersebut dianggap ada makhluk halus yang turut membantu melakukan pemadaman.

"Percaya apa tidak, ya itu kita kembalikan ke masing-masing. Tapi memang lokasi kawasan hutan itu dikenal banyak penunggu makhluk halusnya," kata Sugito. (halo karimun)