Minggu, 08 November 2015

Bahaya Sering Membedong Bayi - Hati2 Ya Bunda!



Ada ungkapan yang mengatakan segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Termasuk pula urusan bedong-membedong dan kereta bayi (stroller).

Terlalu sering membedong bayi dan meletakkannya di stroller rupanya dapat mengganggu perkembangan otak mereka. Konsekuensinya akan terasa saat mereka dewasa kelak.

Otak sedang pesat-pesatnya berkembang selama 1.000 hari atau sekitar 3 tahun sejak pembuahan. Masa ini disebut periode emas. Otak yang bertumbuh optimal selama masa itu akan menghasilkan anak yang cerdas dan berkarakter.

Setelah periode emas berlalu, perkembangan otak mulai melamban. Setiap harinya otak tumbuh lebih lambat dari hari sebelumnya.

Selain asupan nutrisi yang baik, perkembangan otak yang optimal selama periode emas juga sangat bergantung pada intensitas stimulasi-stimulasi fisik orang tua.

Irene F. Mongkar, Pakar Stimulasi Anak, saat acara Prenagen Pregnancy Educational Journey di Kota Kasablanka, akhir pekan lalu, mengatakan stimulasi atau rangsangan tersebut terbagi atas dua jenis, rangsangan sensorik dan motorik.

Rangsangan sensorik mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan panca indra manusia, seperti melihat, meraba, dan mendengar.

Oleh karena itu, Irene mewanti-wanti para ibu dan ayah untuk lebih sering melakukan kontak fisik dengan bayinya.

"Bayi sangat membutuhkan kehangatan orang tuanya. Jadi ketimbang menaruhnya di stroller, lebih baik Anda menggedongnya. Mana yang lebih berat? tas yang berisi susu dan perlengkapan bayi atau bayi Anda?" ujar Irene di acara yang dihadiri ratusan orang tua itu.

Sementara rangsangan motorik berhubungan dengan gerak tubuh manusia. Sangat disarankan, para orang tua memberikan kesempatan bayinya bergerak sebebas-bebasnya. Biarkan bayi leluasa menggunakan tangan, kaki, mata, dan mulutnya.

"Oleh karena itu, bayi jangan terlalu sering dibedong supaya mereka bebas bergerak," ujar Irene.

Fase merangkak juga termasuk dalam rangsangan ini. Orang tua sebaiknya jangan terlalu senang dulu jika anaknya sudah bisa berjalan. Bila belum terlalu fasih berjalan, biarkan bayi merangkak.

Menurut Irene, merangkak sangat penting sebagai langkah awal bayi melawan gravitasi untuk melawan kelumpuhan.

"Merangkak juga melatih bayi mengenal dunia tiga dimensi, misal ketinggian dan kedalaman," kata Irene yang memiliki pusat pelatihan bayi dan orang tua di kawasan Gading Serpong, Tangerang,

Beberapa fungsi merangkak lainnya antara lain melatih konvergensi, meningkatkan konsentrasi, melatih posisi langkah dengan sempurna, belajar keseimbangan, memperkuat tangan sebagai bekal kemampuan untuk menulis.

Sumber: Yahoo Indonesia