Jumat, 06 November 2015

"Rumah Paling Lemah Adalah Rumah Laba-Laba" HATI-HATI Ya!



”Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah. Adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (Q.S. Al Ankabut : 41)

Sahabat Ummi, ayat Al-qur'an di atas diturunkan sebagai peringatan bagi manusia bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung. Bukan sesembahan seperti patung, dewa-dewi atau roh yang dapat melindungi. Bukan juga harta, jabatan, keluarga atau nama baik yang bisa menjamin keselamatan seseorang.  Karena sesungguhnya, apapun di luar Dzat Allah, perlindungannya bersifat semu. Seperti tamsil rumah laba-laba yang diungkapkan di akhir ayat.

Ternyata selain penjelasan utama tersebut, kita dapat mengambil hikmah dari dijadikannya rumah laba-laba sebagai perlambang selemah-lemahnya rumah. Berikut keterangannya.

1. Sarang laba-laba berasal dari sutera hasil sekresi kelenjar perutnya.  Setiap helainya terdiri dari 1000 helai tipis benang sutera. Benang ini tahan terhadap koyakan serangga yang lebih besar sekalipun. Tetapi  kekuatan sarang tersebut hanya dapat bertahan selama satu hari saja. Setelah itu tidak lebih dari sekedar tumpukan benang rapuh.
Begitulah contoh rumah yang hanya dibangun dengan kekuatan material tanpa kekuatan ruhiyah di dalamnya. Keharmonisan dalam rumah hanya bertahan dalam tempo singkat. Sebagai contoh, banyak terjadi kasus perceraian yang dilakukan oleh pasangan yang secara finansial sangat berkecukupan. Namun kehidupannya jauh dari nilai-nilai agama.

2. Setelah terjadi perkawinan bila laba-laba pejantan tidak segera pergi, maka dia akan menjadi mangsa bagi betina-nya.
Itulah perlambang hilangnya kepemimpinan suami di dalam rumah. Istri dengan leluasa memegang kendali atas semua hal yang seharusnya tanggungjawab suami. Demikian adalah bentuk pembunuhan peran suami dalam rumah tangga.
Dalam sebuah Hadist dikatakan: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. ... Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. ..." (HR al-Bukhari, Shahîh al-Bukhâriy,IV/6, hadits no. 2751)

3.  Induk laba-laba sekali bertelur berjumlah ratusan dan menetas pada waktu bersamaan. Anak laba-laba yang masih kecil itu akan bersama-sama memakan tubuh induknya sampai habis untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Lalu mereka akan melakukan kanibal berikutnya. Saling memangsa. Hingga akhirnya membubarkan diri dan membuat sarang masing-masing.
Betapa menyedihkan rumah yang anggota keluarganya tidak memiliki kesamaan tujuan. Hanya memikirkan kepentingan pribadi dengan mengorbankan hak orang lain. Tentu saja kondisi rumah demikian sangat tidak baik, penuh tipudaya dan saling menjatuhkan. 

Demikian, beberapa sifat rumah laba-laba yang semoga tidak terjadi pada kita.