Senin, 08 Februari 2016

Tips Pakai Wi-Fi Gratis Tanpa Takut Serangan Virus

Tips Pakai Wi-Fi Gratis Tanpa Takut Serangan Virus

SIAPA yang tidak suka Wi-Fi gratis? Tidak hanya di kantor, kampus, atau sekolah, kini bahkan pemerintah dan pihak swasta sudah banyak memasang Wi-Fi gratis di tempat-tempat umum. Bahkan, mencari restoran atau hotel pun pasti mayoritas mencari yang ada Wi-Fi gratisnya.

Wi-Fi gratis tersebut sering tidak menggunakan password untuk bisa terhubung, demi memudahkan pengguna tentunya. Sayangnya, hal ini yang kemudian kerap dimanfaatkan oleh hacker jahil untuk melakukan hal-hal yang merugikan dengan cara menyiapkan jaringan WiFi palsu.

Mayoritas tujuan si hacker satu, mencuri informasi pribadi untuk dimanfaatkan lebih jauh. Misalnya, pembobolan rekening bank atau peretasan akun internet.

Mengingat sulit untuk membedakan jaringan palsu yang bertebaran, maka saran terbaik adalah dengan menghindari penggunaan Wi-Fi di tempat umum, dan hanya menghubungkan perangkat Anda ke Internet ketika berada di rumah atau dengan data mobile yang Anda miliki, bisa juga Anda menggunakan modem, seperti modem Bolt Slim 2. Anda bisa mendapatkannya di Gadgetmart sekitar harga Rp 700 ribuan.

Meski saran tersebut adalah cara terbaik, namun dalam kenyataannya pengguna merasa cara tersebut bukanlah hal yang praktis untuk dilakukan. Dilansir dari merdeka.com ada beberapa tips untuk aman Wi-Fian gratis tanpa ancaman virus atau hacking.

1. Jangan percaya pada jaringan Wi-Fi yang tidak memerlukan kata sandi. Para penjahat siber umumnya membuat jaringan seperti ini untuk melacak data pribadi pengguna.

2. Jaringan yang memerlukan kata sandi pun nyatanya tidak dapat sepenuhnya dipercaya. Para penjahat juga dapat dengan mudah mengetahui kata sandi yang digunakan untuk dapat terhubung dengan jaringan Wi-Fi di sebuah kafe ataupun pusat perbelanjaan.

Kemudian menggunakannya untuk menciptakan sebuah jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang sama. Jadi, ada baiknya Anda memastikan pada pengelola kafe atau mall jaringan Wi-Fi mana yang aman digunakan.

3. Matikan Wi-Fi saat Anda tidak menggunakannya. Langkah ini akan melindungi data Anda dan membantu untuk menghemat daya baterai perangkat Anda.

Periksalah apakah perangkat Anda secara otomatis akan terhubung dengan jaringan Wi-Fi atau tidak, jika ya, matikan. Selain itu, tindakan ini juga akan melindungi Anda dari metode pelacakan yang dipergunakan oleh berbagai organisasi.

4. Membatasi kebutuhan. Ketika menggunakan Wi-Fi publik gratis, jangan menggunakannya untuk membuka akun perbankan Anda atau layanan penting lainnya. Bila perlu, lebih baik apabila menggunakan koneksi data mobile Anda.

5. Hanya HTTPS. Beberapa situs menunjang https yang mengenkripsi apapun yang Anda kirim dan terima dari situs tersebut. Sebagai contoh, Google, Wikipedia dan Facebook dapat melakukan hal tersebut. Bila memungkinkan, aktifkan pengaturan seperti ini untuk semua layanan penting yang Anda miliki.

6. Bagi pengguna Google Chrome, Firefox dan Opera, bila Anda sering berpergian dan selalu online di laptop saat berada di kafe, hotel maupun lokasi umum lainnya, maka unduhlah plugin khusus yang membantu Anda untuk mengakses Internet secara aman.

Disarankan untuk menggunakan HTTPS Everywhere dari Electronic Frontier Foundation (EFF). Umumnya hal tersebut akan menyediakan koneksi aman pada Yahoo, Ebay, Amazon dan situs situs lainnya. Anda juga dapat menambahkan sumber situs lainnya secara manual.

7. Pertimbangkanlah untuk menggunakan jaringan virtual private network (VPN). Metode ini sangatlah baik untuk melindungi data Anda karena layanan VPN akan mengenkripsi semua data yang Anda kirimkan.

Pada umumnya, sebuah koneksi VPN mengharuskan Anda untuk membayar, namun Anda dapat mencari versi gratisnya. Sebagai contoh, coba gunakan ProXPN, Cyber Ghost, Your Freedom dan HotSpot Shield.

Penyedia layanan ini umumnya menyedikan paket standar gratis namun memiliki batasan kecepatan. Sedangkan untuk tarif datar (flat rate) dengan berbagai fitur menarik hanya berkisar beberapa dolar per bulan.

Disamping itu, VPN juga memiliki beberapa keuntungan tambahan yakni dapat menyediakan layanan akses pada berbagai sumber yang disensor di dalam maupun luar negeri (jika Anda membutuhkannya).

8. Sebagai perlindungan terakhir, Anda bisa mengunduh solusi keamanan atau anti virus! Tentunya Anda sebaiknya memilih antivirus yang dapat memperingatkan Anda ketika terhubung dengan jaringan yang tidak aman serta mencegah kebocoran kata sandi Anda bagi para penjahat siber.

Informasi lainnya bisa dilihat di http://goo.gl/YxXPmr dan http://goo.gl/lBO7Ja.

Semoga bermanfaat.