Rabu, 30 Maret 2016

APLIKASI SMARTPHONE Qlue Targetkan 15 Kota Termasuk Solo, Kapan Masuk Bontang??

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) meresmikan dukungannya kepada tiga layanan over the top (OTT) karya anak bangsa. Satu di antaranya adalah aplikasi smartphone Qlue.

Sebagaimana dilansir Liputan6.com, Sabtu (19/3/2016), Qlue merupakan aplikasi smartphone berbasis media sosial yang menawarkan manfaat berupa saluran komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah atau pihak yang memiliki kepentingan publik.

Melalui aplikasi smartphone Qlue, masyarakat bisa menyalurkan aduan tentang berbagai layanan publik. Dengan demikian, instansi terkait dapat menindaklanjuti masalah tersebut.

Hadir di dua kota, yakni Jakarta dan Bekasi, aplikasi smartphone yang identik dengan warna biru itu kini telah memiliki lebih dari 200.000 pengguna aktif. Tidak ingin berpuas diri, Qlue ingin hadir di 10-15 kota besar lain di Indonesia.

“Dengan dukungan dari ATSI, kami ingin menjangkau lebih banyak kota lagi. Harapannya, dalam dua tahun nation wide sudah di-cover, yakni 10-15 kota besar di Indonesia,” kata Pendiri sekaligus CEO Qlue Rama Raditya ketika ditemui di Gedung Telkom Smart Office, belum lama ini.

Menurut Rama, misi tersebut memang ingin dicapai sejak sebelum Qlue mendapatkan dukungan dari ATSI. Rama mengatakan, dengan adanya kerja sama penyedia layanan seluler bisa mencapai target tersebut, setidaknya hingga akhir 2017.

Beberapa kota besar yang ingin dibidik oleh Rama dan kawan-kawan, di antaranya adalah Depok, Yogyakarta, Solo, Denpasar, Makassar, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk ekspansi ke luar negeri, Qlue menargetkan bisa hadir di Singapura, Bangkok Thailand, dan Manila (Filipina).

Saat ini, Rama menjelaskan, laporan yang datang dari pengguna aplikasi smartphone Qlue di dua kota jumlahnya mencapai 5.000 laporan per hari, baik dalam bentuk teks dan foto.

“Dari laporan-laporan yang masuk tersebut, 90% ditindaklanjuti oleh pihak terkait, jadi rata-rata dua jam sejak diunggah, sudah mendapatkan tindak lanjut,” kata Rama.

Sebagai layanan 100% lokal, perkembangan aplikasi smartphone Qlue bisa dibilang sangat pesat. Terbukti, dalam satu hari aplikasi ini diunduh oleh 3.000 pengguna.

“Kalau growth per bulannya bisa mencapai 60.000-70.000 unduhan. Jadi kalau dihitung, setiap bulannya pertumbuhan Qlue hampir tiga kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya,” tutur Rama.

Ia berharap, selain hadir di lebih banyak kota, Qlue juga bisa digunakan oleh 2 juta pengguna pada akhir tahun ini. Sekadar informasi, ATSI juga membantu Qlue dan dua aplikasi lain yakni dalam bentuk promosi layanan melalui SMS broadcast, pencantuman logo, link, dan banner.

Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu, dengan menggunakan foto dan lokasi, Qlue adalah aplikasi media sosial yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melaporkan dan mendiskusikan masalah pada lingkungan sekitar mereka, seperti sanitasi, jalan rusak, dan lainnya.

Bekerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan program Jakarta Kota Pintar, aplikasi populer ini membantu pemerintah dalam memonitor dan menyelesaikan masalah-masalah yang dilaporkan.

Aplikasi smartphone Qlue juga membantu pengguna menemukan bisnis di sekitar mereka. Pengguna bisa memberikan ulasan agar bisnis-bisnis tersebut bisa semakin berkembang.