Rabu, 16 Maret 2016

Cintai Dia Sekadarnya Saja. Kamu Tak Tahu Kapan Dia Berhenti Mencintaimu..

Perasaanmu padanya mungkin tengah ada di puncak. Untuk dia yang kini mengisi harimu sebagai pengobat luka. Ada rindu yang tanpa jeda, walau kamu dan dia baru saja bersua. Sosoknya tak pernah menjauh dari pikiran. Hingga membuatmu khawatir kehilangan.

Tapi tahukah kamu bahwa terkadang cinta yang berlebihan menjadikanmu posesif. Karenanya cintailah dia secukupnya saja. Seperti kata pujangga, cintai dia seujung kuku saja. Yang walau dipotong, ia akan selalu tumbuh.

1.Saat perasaanmu tengah memuncah padanya, berilah dia ruang untuk dirinya.


Dia butuh ruang untuk berkembang.

Saat ini mungkin kamu tak pernah absen mengabarinya hampir tiap jam. Bahkan kamu mengiriminya pesan yang isinya hanya sebuah kata, kangen. Sebaiknya kamu tak perlu setiap waktu mengabarinya. Kabari dia seperti intensitas minum obat, cukup tiga kali sehari saja. Karena dia pun butuh waktu untuk mengembangkan hobinya, quality time bersama keluarganya, dan berkumpul dengan teman-temannya. Sebagai bagian dari usahamu untuk menjadi pasangan yang pengertian.

2. Cinta yang berlebih terkadang membuatmu menjadi egois. Kamu pun menjelma menjadi posesif.

Kamu menjelma posesif, karena cinta yang berlebih.

Memang cintamu padanya tengah hangat-hangatnya. Tanpa kamu sadari, kamu pun menjelma menjadi pasangan yang posesif. Kemana pun dia pergi kamu awasi, dengan siapa dia jalan selalu kamu tanya. Kamu merasa bahwa waktunya hanya boleh untukmu. Memintanya menemanimu belanja saat ia tengah berniat berkumpul dengan temannya. Pura-pura tidak tahu kalau dia sebenarnya ada acara dan kamu memaksanya menemani ke salon. Perlahan cinta yang berlebih membuatmu menjadi egois.

3. Kamu mungkin lupa bahwa sebuah hubungan pun butuh pondasi, yakni saling percaya. Karenanya jangan mudah curiga.

Jangan mudah curiga.

Cinta yang berlebihan juga membuatmu mudah curiga. Menjadikanmu amnesia bahwa sebuah hubungan pun butuh pondasi, yakni saling percaya. Seperti saat dia jalan dengan sahabat wanitanya, pikiranmu diliputi prasangka. Padahal sebelum hadirnya kamu dalam hidupnya, sahabat wanitanya itu sudah lebih dulu ada. Memang cemburu dan curiga adalah salah dua tanda cinta. Namun, untuk apa curiga jika di awal hubungan, kamu dan dia pernah berikrar untuk saling percaya?

4. Sibuk memikirkannya menjadikanmu lupa bahwa kamu pun butuh ruang untuk sesekali dimanjakan.

Luangkan waktu untuk dirimu sendiri. Sesekali manjakan dirimu, dengan jalan-jalan keliling kota.

Tak hanya dia yang butuh ruang, kamu pun butuh berkembang. Sesekali beristirahatlah dari urusan cinta. Rehat sejenak dari memikirkannya. Dirimu pun butuh untuk dimanjakan. Sesekali kamu bisa jalan-jalan sendirian, menonton bioskop tanpa teman, atau sekadar membaca buku atau menonton film di kamar sendirian. Jangan lupakan secangkir air hangat dalam genggaman.

5. Coba kamu ingat, kapan terakhir kali kamu menghabiskan waktu dengan keluarga, dan hang out dengan teman? Weekend inilah saatnya.

Kapan terakhir kali kamu hang out bareng temanmu di weekend?

Keasyikan memikirkan dirinya membuatmu melewatkan banyak moment kumpul bersama keluarga. Hang out dengan teman pun jarang, lantaran kamu sibuk bermalam mingguan dengan si dia. Mungkin inilah saatnya kamu menebusnya dengan meliburkan jadwal berduaan dengan si dia. Weekend inilah saatnya. Penuhi ruang tv mu dengan camilan dan minuman soda, karena malam minggu ini waktunya kamu movie marathon bersama keluargamu. Sementara Minggu sore bisa kamu sediakan untuk hang out bersama teman-temanmu.

6. Lagi, masih ada impian yang memanggil untuk segera kamu usahakan.

Kamu pasti ingin banget ya kaya Maudy Ayunda yang bisa belajar ke luar negeri.

Segudang mimpi yang dari jauh hari sudah kamu rencanakan, menjadi terlupakan karena kamu terlalu sibuk khawatir kehilangan dirinya. Impian untuk bisa kuliah di luar negeri dengan jalan beasiswa sudah memanggil untuk segera kamu usahakan. Jangan hanya sibuk kencan dengan dia, sisipkan juga waktu setidaknya seminggu dua kali untuk belajar TOEFL dan latihan menulis motivation letter. Dengan begitu kamu bisa menyeimbangkan antara hubungan dan impian.

7. Jadi, cintai dia cukup seujung kuku saja. Yang walau hari ini dipotong, esok akan tetap tumbuh lagi.

Cintai dia seujung kuku saja...

Jadi, memang benar kata pujangga, cintai dia cukup seujung kuku saja. Yang walau hari ini dipotong, esok akan tetap tumbuh lagi. Cintai dia secukupnya saja, jangan berlebihan. Karena kamu dan dia sama-sama butuh ruang untuk berkembang. Lagi, tanpa kamu pupuk pun cintamu padanya akan tetap tumbuh. Walau sampai detik ini belum ada pengukur pasti kadar cinta, setidaknya kamu bisa lebih mawas dalam mencintai seseorang.

Kamu yang kini tengah menggebu cintanya, cobalah untuk tidak terlalu mengekangnya. Karena dia dan kamu sama-sama butuh ruang untuk berkembang. Karena cinta yang terlalu penuh justru menyesakkan. Jadi, memang benar kata pujangga, cintai dia cukup seujung kuku saja...

Sumber : www.hipwee.com