Rabu, 30 Maret 2016

Jangan Keburu GR! Ini 7 Tanda Ternyata Kamu Nggak Dianggep Sebagai Pacar. Sabar ya...

Menjalin hubungan yang spesial dengan seseorang yang kamu sayang adalah sebuah hal yang membahagiakan. Menghabiskan waktu bersamanya menjadi momen yang tidak boleh terlewatkan. Tapi,bagaimana jika orang yang kamu sayang tidak merasakan hal yang sama?

Sudah lama menjalin hubungan, tapi apa yang kamu dapatkan tak setara dengan apa yang selama ini kamu korbankan. Jangan keburu GR, kamu harus perhatikan beberapa gejala ini dari pacarmu. Siapa tahu selama ini dia tak mengakuimu sebagai kekasih.

1. Saat berdua denganmu, dia tak fokus pada obrolan kalian dan justru sibuk mengerjakan hal lain. Kamu dianggapnya angin lalu.


Kalian menyempatkan untuk ketemuan di tengah padatnya jadwal kuliah atau kerja masing-masing. Inginmu adalah kalian bisa berbagi cerita tentang banyak hal. Tapi yang kamu dapat berbanding terbalik dengan harapanmu. Dia nggak fokus sama apa yang kamu obrolin, dia malah sibuk mainin gadget. Atau dia asik ngelirik orang cakep yang lagi duduk di meja seberang. Waspadalah, ini salah satu gejala yang perlu kamu perhatikan.

2. Kamu makannya belepotan, eh dibiarin sama dia. Alhasil waktu keluar diliatin sama orang sewarung. Kan malu jadinya.


Makan belepotan jadi salah satu kebiasaan burukmu. Dulu waktu baru kenal dan lagi manis-manisnya, dengan senang hati sesekali dia membantumu membersihkan nasi atau bumbu yang ada di mukamu. Sekarang? Dia nggak pernah peduli sama belepotanmu itu. Saking cueknya dia, waktu udah selesai makan dan beranjak keluar dari tempat makan, orang-orang pada ngeliatin kamu. Bahkan ada yang ketawa dengan kerasnya.

3. Dia tak pernah meluangkan waktu khusus buatmu. Jadwal kalian pergi tergantung dia sedang kosong apa enggak.


Jadwal dan kegiatan yang tidak menentu, membuatmu dan dia kesulitan buat bertemu. Kadang seminggu sekali, kadang-kadang bertemu sebulan sekalipun pernah. Bisa ketemu 30 menit aja udah sebuah prestasi buat dia. Kalau dia sengaja nggak meluangkan waktu buat ketemu kamu, kamu patut untuk curiga. Jangan-jangan ada yang disembunyikan.

4. Dia enggan mengajakmu bertemu dengan teman-temannya. Dia selalu punya seribu alasan agar kamu tak bertemu dengan teman-temannya.


Sangat wajar kalau kamu pengen juga mengenal teman-teman pacar kamu. Karena sebagai orang terdekat, kamu juga perlu mengenal lingkungan sekitarnya. Tapi dia selalu kasih alasan ini jika kamu ingin bertemu dengan teman-temannya,

Wah, kalo kumpul nggak boleh bawa pacar nih…

Lain kali aja deh ya…
… atau bahkan alasan-alasan lainnya, kemungkinan ada udang dibalik batu nih. Siaga 1, siaga 1!

5. Kalau lagi berdua, dia terlihat was-was. Takut ada orang yang tahu kalau dia lagi pergi sama kamu.


Setiap keluar berdua, kamu merasakan hal yang aneh. Si pacar kelihatan nggak enjoy dan was-was gitu. Lewat tempat yang ada CCTV-nya aja kaget dan nggak mau masuk. Kayak takut ketahuan sama orang yang dia kenal gitu. Kalau dia berkelakuan aneh seperti ini, sepertinya dia ada apa-apa ini.

6. Sampai akhirnya bencana datang. Ternyata kamu cuma dikenalin sebagai teman biasa ke orang-orang terdekatnya.


Horeee! Akhirnya kamu bisa ketemu sama temen-temennya, nggak sengaja ketemu di sebuah tempat nongkrong gitu. Temen-temennya pada heboh gitu, nggak menutup kemungkinan mereka ingin kamu dikenalkan oleh pacarmu.

“Wah siapa tuh, Ren. Pacar baru? Kenalin dong ke kita-kita,”
“Bukan, ah. Ini Tasya, temen doang kok,”
Seperti disamber petir, kamu pun hanya bisa diam seribu bahasa dan mempertahankan senyum getir.Bencana pun telah datang.

7. Saat itulah kamu sadar bahwa kamu terlalu tinggi menggantung harapan. Dia jelas tak lagi bisa diperjuangkan.


Oh, jadi selama ini kita cuma temen.
Begitulah kamu bergumam dalam hati. Di saat yang sama, kamu pun merangkai ingatan tentang betapa aneh sikapnya selama ini saat sedang bersamamu. Tentang kecuekan, kegelisahan, dan seribu satu alasannya, semua sudah terjawab.Mungkin selama ini kamu terlalu senang dengan harapan yang kamu gantung tinggi-tinggi. Kamu udah nganggep dia sebagai pacar, eh dia hanya melabelimu sebagai teman. Sakit memang, tapiyaudah sih banyak orang-orang selain dia yang lebih mau menghargaimu.



Sebelum terlanjur jauh, apakah kamu mengalami gejala-gejala ini, guys? Segera ditindak lanjuti, ya!