Selasa, 04 Oktober 2016

Ahok Kalah ( Google Suggestion )

Ramainya berita tentang sungai bersih karena Foke tapi oleh Google Suggest "di sarankan" Sungai Bersih Karena Ahok" adalah karena efek alogaritma Google.Ya, Google yang oleh sebagian besar netter sering di sebut "paman google" "mbah Google" dan masih banyak lagi sebutan untuk mesin pencari google ini.Alogaritma google adalah akan men"suggest" para pengguna / menyarankan pengguna mesin pencari berdasarkan volume pencarian. "sungai jakarta bersih karena foke" akan di sarankan oleh Google Suggest menjadi "Sungai Jakarta Bersih Karena Ahok", ini karena memang ( bisa jadi ulah manusia ) dan bisa jadi ulah ( Robot ) yang tentu saja juga di kendalikan oleh manusia dengan beragam tools dan keilmuan yang di miliki.

Mereka (entah robot - entah manusia ) sengaja membuat pencarian "Sungai Jakarta Bersih Karena Ahok" dalam jumlah yang sangat besar. Tentu saja pencarian dalam jumlah besar ini di lakukan melalui alamat ip addres yang berbeda-beda dan bisa jadi dalam jumlah yang sangat banyak. Lagi-lagi kecurigaan Google suggest "Sungai Jakarta Bersih Karena Ahok" ini sengaja di lakukan oleh Team Cyber pasangan Pilkada Gubernur Jakarta, Who Knows.

Ahok Kalah, ini jyga bagian dari Google Suggsest yang bisa kita jumpai di mesin pencari google. Ketika kita / user/ netter mengetikkan kata " Ahok.... " maka Google akan menyarankan kita dengan kata kunci lainnya seperti " Ahok Terbaru...." Ahok Youtube.... "Ahok Marah...." dan masih banyak lagi.

Berita Ahok Kalah berikut ini kami kutip dari beberapa Media Online seperti tempo - viva dan merdeka ;

LSI: Anies dan Agus bergabung Ahok kalah

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat bakal kalah jika pasangan bakal calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno bergabung dengan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murno.

Hal itu disimpulkan LSI setelah melakukan survei terhadap 440 responden terkait Pilgub DKI Jakarta 2017. Survei itu digelar sejak 28 September-2 Oktober 2016 menggunakan metode multi-stage random sampling.

"Jika Anies dan Agus bergabung berpotensi mengalahkan Ahok di Pilkada DKI 2017 nanti," kata Tim Peneliti LSI Adjie Alfaraby di Kantor LSI, Jakarta, Selasa (4/10).

Dipaparkan Adjie, berdasarkan survei LSI jika keduanya bergabung Ahok hanya memperoleh 31,1 persen suara. Sementara, Anies 20,2 persen suara dan Agus 22,3 persen suara jika digabung menjadi 42,5 persen suara.

"Total keterpilihan Ahok hanya 31,1 persen suara dan Agus-Anies 42,5 persen suara," ujarnya.

Meski keduanya tidak bergabung, LSI menyatakan jika Ahok berpotensi kalah dalam Pilgub DKI 2017 nanti. Sebabnya, dukungan dan daya tarik masyarakat Jakarta terhadap gaya kepemimpinan Ahok terus merosot.

Di sisi lain, dinilai Adjie dua calon lain yakni Anies atau Agus justru memiliki potensi besar untuk merebut kursi DKI 1. Hanya saja, baik Anies dan Agus harus bekerja keras menaikkan popularitasnya di tengah-tengah warga Jakarta.

"Anies dan Agus potensial untuk mengejar karena tingkat pengenalan atas mereka masih belum maksimal dan mungkin naik," pungkas Adjie.

https://www.merdeka.com/politik/lsi-anies-dan-agus-bergabung-ahok-kalah.html


Bocoran Survei LSI, Denny JA: Ahok Bisa Kalah

TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A. mengatakan pihaknya akan merilis hasil survei yang telah dilakukan timnya tentang pilkada DKI Jakarta. Menurut Denny, survei itu tepat mereka lakukan seusai para calon Gubernur DKI mengajukan pendaftaran ke KPUD.

�Baru saja mereka selesai menerima pendaftaran, hari itu juga kami selesaikan survei. Nanti ada konferensi pers pukul 12.00 siang di kantor LSI,� ucap Denny saat dimintai konfirmasi Tempo, Selasa, 4 Oktober 2016.

Meski rilis tersebut belum dikeluarkan, Denny JA membocorkan sedikit lewat cuitannya di akun Twitter #@DennyJA_WORLD. Di sana, ia mengatakan bahwa gubernur inkumben Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpotensi kalah dalam pertarungan memperebutkan kursi Gubernur DKI.

Denny menyebutkan siap mempertaruhkan reputasi lembaganya apabila data tersebut berbeda dengan hasil pilkada kelak. �Kami tak sembarangan, survei ini bukan ecek-ecek. Saya melihat data LSI soal pilkada DKI yang mengejutkan. Ahok potensial kalah," ucap Denny.

Denny menambahkan, dalam data hasil surveinya menunjukkan adanya hubungan antara rezim pemerintahan suatu negara dengan tingkat diskriminasi etnis dan agama. Meski belum menggelar konferensi pers, karena cuitannya tersebut, beberapa media ikut mengutip pernyataan Denny tentang potensi kekalahan Ahok.

https://m.tempo.co/read/news/2016/10/04/083809411/bocoran-survei-lsi-denny-ja-ahok-bisa-kalah

Survei LSI Sebut Ahok Kalah di Pilkada

VIVA.co.id � Lingkaran Survei Indonesia (LSI) telah melakukan survei terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta tahun 2017 mendatang. Hasilnya menyebutkan jika calon pertahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal kalah.
Pimpinan LSI, Denny JA, mengungkapkan hal tersebut di akun media sosial Twitter @DennyJA_WORLD.
"Saya melihat data LSI soal pilkada DKI yang mengejutkan (survei Okt 2016): Ahok potensial kalah!," ujar Denny seperti dikutip dari Twitter nya.
Saya melihat data LSI soal pilkada DKI yang mengejutkan (survei Okt 2016): Ahok potensial kalah!
� Denny JA (@DennyJA_WORLD) October 3, 2016
Menurut Denny, survei itu dilakukan setelah para bakal calon mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta pada akhir September 2016 lalu.
Dia tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana persentase jumlah kekalahan Ahok dan siapa yang akan memenangkan Pilkada menurut surveinya.
"Konferensi persnya baru akan dirilis siang ini," ucap dia.
Seperti diketahui, ada tiga pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang resmi mendaftar ke KPUD DKI.
Mereka yakni pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok - Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan - Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni.

http://metro.news.viva.co.id/news/read/830037-survei-lsi-sebut-ahok-kalah-di-pilkada