Kamis, 20 Oktober 2016

Jangan Takut dengan Laki-Laki yang Berpredikat ‘Anak Mami’. Mereka Adalah Calon Imam Terbaikmu

Jangan Takut dengan Laki-Laki yang Berpredikat ‘Anak Mami’. Mereka Adalah Calon Imam Terbaikmu

Semua orang di dunia ini akan tanpa ragu mengatakan, tak ada yang lebih berharga dan berjasa dalam kehidupan kita selain seorang ibu . Harta segunung pun takkan pernah bisa mengganti jasa seorang ibu. Setiap kepala yang membaca tulisan ini pasti setuju dengan statement tersebut.

Begitu banyak lagu yang menceritakan tentang jasa dan kehebatan seorang ibu. Bukti bahwa keberadaanya sangat berarti bagi kebanyakan orang. Dari mulai lagunya Iwan Fals, Potret, Maywood, sampai Kenny. Semuanya memuliakan jasa seorang ibu dengan lirik yang cukup menyayat hati.

1. Ketimbang anak perempuan, anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya. Teori psikoanalisa sudah membuktikan hal itu bukan sebuah cerita belaka.

Di masyarakat luas, sering ada pendapat bahwa anak cowok biasanya lebih dekat dengan ibunya. Sedangkan anak cewek lebih dekat dengan ayahnya. Tak heran kalau sebutan ‘anak mami’ lebih kental terhadap anak laki-laki. Sebagai laki-laki, kami tak bisa menampik pendapat tersebut. Sebab itulah yang kami rasakan.

Seorang ahli neurologis, Sigmund Freud, mengemukakan teori psikoanalisa tentang kedekatan anak laki-laki dengan ibunya. Ia menjelaskan bahwa masa peralihan dari usia balita menuju usia pra-sekolah, anak bakal mengembangkan ketertarikannya dengan orang tua lawan jenis. Ketika ayah sedang dekat dengan ibu, jangan heran kalau anak laki-laki akan cemburu.

Hmmm… Pantas saja kala kecil, kalau masih ingat, kami ketakutan kalau ayah akan merenggut kasih sayang ibunya. Menurut Freud, kedekatan pada masa transisi tersebut bahkan akan terbawa sampai dewasa.

2. Sebesar apapun kami, kami tetaplah buah hati kecilnya. Ketika berada di dekatnya, ndusel-ndusel pada tubuh ibu adalah hal yang lumrah kami lakukan.

Bagi kami yang biasanya harus terpisah jarak, ndusel-ndusel adalah cara mengobati kami yang rindu dengan wangi tubuhnya. Meskipun, sebagai anak laki-laki kami terpaksa harus pergi untuk melanjutkan cita-cita kami dan pastinya cita-cita ibu juga.

Sebagai anak lelaki (yang sedang belajar) dewasa, kami kerap diidentikan sosok yang jauh dari rumah, entah itu untuk menimba ilmu atau mengais rezeki. Kami memang sempat menghadapi dilema pada awalnya. Antara harus berjuang untuk masa depan sendiri atau keberatan meninggalkan kasih sayang yang nyata di rumah.

Anak singa takkan menjadi singa yang sesungguhnya kalau terus-terusan dikurung di kandangnya. Anak panah takkan bisa menancap pada sasarannya jika tak dilepas dari busur pemiliknya.

3. Walau banyak orang bilang anak mami , kami tak peduli. Selama ibu masih ada, kami akan berusaha selalu dekat dengannya.

Saking dekatnya, ibu adalah tempat curahan hati paling nyaman di dunia dan paling aman setelah Tuhan. Apalagi kalau kaitannya lawan jenis. Kami, secara psikologi, akan lebih nyaman mencurahkan rasa ingin tahunya tentang lawan jenis pada ibu. Akan terasa awkward kalau cerita sama ayah.

Kami pun akan lebih nyaman untuk mengenalkan perempuan pilihan kami kepada ibu ketimbang pada ayah. Rasanya, kami lebih nyaman. Mungkin, ibu bisa memberikan pendapat yang lebih genius tentang pasangannya.

Alasan lain kenapa kami lebih memilih dekat dengan ibu adalah karena laki-laki merupakan kaum yang mengedepankan logika. Berbeda dengan lawan jenisnya yang lebih mengedepankan perasaan. Untuk itu, kami membutuhkan pelengkap dari logika, yaitu ibu yang mengedepankan perasaan.

4. Bagi laki-laki, ibu adalah sosok yang berjasa besar karena telah merawatnya. Ibu juga merupakan role model untuk calon istrinya.

Ingatlah, lelaki tak selalu melihat wanita dari masalah fisik. Kami juga melihat calon pasangan hidup kamu sifat-sifat kewanitaannya. Dan tugas wanita tersebut cukup berat, sebab ibu kamilah yang menjadi patokan sifat-sifat kewanitaannya.

Treatment sang istri yang seperti ibu sendiri adalah hal yang diidamkan anak laki-laki. Akan ada perasaan lebih nyaman jika dekat dengan wanita yang seperti dengan ibu di samping kami.

5. Lelaki yang sayang kepada ibunya adalah lelaki idaman bagi seluruh wanita di luar sana. Lihat bagaimana dia memperlakukan ibunya.

Ungkapan di atas mungkin sudah umum di telinga kita. Kalau kamu ingin mencari calon suami yang baik, maka carilah dengan melihat sikap lelaki tersebut pada ibunya. Jika laki-laki tersebut sangat memuliakan ibunya, jangan pernah lepaskan! Lelaki tersebut pasti akan bersikap baik terhadap istrinya, cerminan dari ibunya.

Untuk kamu yang gusar dengan predikat anak mami yang tersemat pada pasanganmu, janganlah pernah takut lagi. Kamu pasti bisa mendefinisikan anak mami dalam konteks ini. Ia bukanlah anak yang tidak bisa berdikari, melainkan anak yang benar-benar memuliakan dan benar-benar hormat serta sayang terhadap ibunya.

(Sumber : hipwee.com)